Kurikulum Presisi Mulai di Terapkan di SPN Polda Jatim

Mojokerto.SGI. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta secara langsung memimpin upacara pembukaan pendidikan dan pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2021 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto, pada Senin (26/7/2021).

Dalam kegiatan tersebut Kapolda Jatim membacakan amanat dari Kalemdiklat Polri, dengan sejumlah penekanan, untuk dapat diterapkan dalam tahun ajaran baru ini, diantaranya. Pendidikan pembentukan Bintara Polri merupakan langkah awal para siswa dalam mewujudkan cita-cita para siswa Bintara Polri menjadi anggota Polri yang sejati, yang unggul, kreatif dan inovatif.

Kehidupan adalah pembelajaran yang panjang dan tidak akan pernah berakhir untuk belajar.

“Oleh karena itu, para siswa Bintara belajar dan berlatihlah, dengan penuh semangat, tekun dan riang gembira,” amanatnya.

Lebih lanjut Kapolda membacakan amanat. Pendidikan Bintara tahun ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, terus gelorakan disiplin protokol kesehatan, jangan lengah, jangan kendor, dan tuntaskan vaksinasi, baik untuk Peserta Didik maupun para Tenaga Pendidik dan pengasuh,” disampaikan dihadapan calon Bintara Baru.

Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara tahun ini diikuti sebanyak 727 siswa, untuk menjadi anggota Polri di level Bintara di SPN Polda Jatim, dan sekaligus merupakan pertama kalinya akan diterapkan penguatan kurikulum baru, yang telah diresmikan oleh bapak Kapolri pada peringatan hari Bhayangkara ke-75, yang diberi nama kurikulum PRESISI.

Kegiatan ini juga diikuti oleh pejabat utama Polda Jatim dan diakhiri dengan pemberian bantuan sosial Kampus Polri Peduli, kepada warga sekitar SPN Polda Jatim, yang terdampak pandemi Covid-19 sebanyak 100 paket sembako. (Ongko.SGI).

Wabup JEMBER,Ada Dua Macam Ikhtiar Agar Pandemi Covid 19 Segera Berahkir

JEMBER.SGI. Dalam acara doa bersama yang di laksanakan oleh Pemkab Jember di Pendopo Wahyawibawagraha dan dipimpin langsung Wabup Jember KH. M Balya Firjaun Barlaman, jumat 23/07/2021.

kegiatan doa bersama ini dilaksanakan secara rutin oleh Pemkab Jember setiap jumat malam yang bertujuan untuk mengajak masyarakat Jember memohon agar pandemi Covid 19 ini segera cepat berakhir.

Dalam acara kegiatan ini dihadiri oleh seluruh kepala OPD, Camat, Kades,dan lurah Sekabupaten Jember melalui Zoom meeting juga disiarkan secara langsung di youtube sehingga dapat diikuti seluruh warga kabupaten jember.

Gus Firjaun menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Jember akan terus melakukan dua macam ikhtiar yaitu secara Insaniyah dan Illahiyah agar pandemi Covid 19 ini cepat berakhir.

Yang pertama ikhtiar insaniyah adalah senantiasa mengatur masyarakat agar patuh akan Protokol Kesehatan, menjalankan PPKM sesuai intruksi Pemerintah pusat dan Vaksinasi warga Jember.

Kedua ikhtiar Illahiyah adalah pemkab jember akan selalu mengajak seluruh warga untuk berdoa, memohon kepada Allah SWT supaya pandemi Covid 19 cepat hilang, kegiatan rutinasi setiap jumat malam ini sebagai wujud tolak balak, semoga pandemi ini cepat Berahkir,kata Wabup Gus Firjaun.

kegiatan yang diawali dengan sholat taubat kemudian tawassul mendoakan seluruh warga Jember yang meninggal disebabkan Covid 19 dan sekaligus mendoakan Asisten 2 Pemkab Jember bapak Dedi Mohammad Nurahmadi juga Istri yang meninggal dalam hari yang sama, semoga khusnul khotimah dan warga Jember yang terpapar Covid 19 semoga cepat diberi kesembuhan.

Doa bersama ini juga memohon agar supaya para tenaga kesehatan, Pemerintah, TNI, Polri, Satpol PP, para Relawan, dan seluruh masyarakat Jember senantiasa diberikan kesehatan ditengah tengah pandemiCovid 19.(ron.SGI).

Percepatan Herd Impunity, Forkopimda Kabupaten Malang Vaksinasi 15.000 Orang

Malang.SGI. Pemerintah Kabupaten Malang bersama Polres Malang dan Kodim 0818 Malang-Batu melaksanakan kegiatan serbuan vaksinasi massal untuk masyarakat umum di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Malang, Minggu (25/7/2021) pagi.

Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono mengatakan, serbuan vaksinasi massal hari ini ditargetkan untuk total 15.000 orang.

“Total target vaksinasi massal hari ini adalah 15.000 dosis vaksin atau 15.000 orang. Jumlah ini termasuk pelaksanaan vaksin di Stadion Kanjuruhan juga di setiap Puskesmas se Kabupaten Malang,” kata Bagoes di lokasi.

Bagoes menyatakan, vaksinasi massal ini merupakan langkah pihaknya mendukung dan mewujudkan program nasional guna mencapai Herd Immunity (kekebalan komunitas) yang dilakukan dalam upaya menghentikan pandemi Covid-19.

“Tujuan vaksinasi massal ini untuk mempecepat pembentukan herd imunity di Kabupaten Malang,” jelas ex Kapolres Madiun ini.

Bagoes menegaskan, pihaknya akan bekerja maksimal untuk terus mendukung program pemerintah dengan tujuan mulia menyelamatkan jiwa manusia ini.

“Kami akan bekerja nonstop tanpa lelah untuk mempercepat program pemerintah menciptakan herd imunity demi menyelamatkan nyawa manusia

Sementara, Kabag Ops Polres Malang, Kompol Hegy Renanta menyatakan, pelaksanaan vaksin massal dilakukan di empat zona, yakni Zona A,B,C dan D.

“Padal (perwira pengendali) di masing-masing zona, bertanggung jawab atas penerapan protokol kesehatan di titik masing-masing,” kata Hegy.

Kabag Ops menegaskan, petugas yang berjaga akan terus menggencarkan prokes agar tidak kontradiksi dengan upaya vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19.

“Tim pengamanan agar bekerja keras untuk memastikan peserta vaksinasi untuk tidak bergerombol, dan wajib menggunakan masker,” tambahnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forkopimda Kab. Malang ini sangat diminati masyarakat, namun masyarakat diminta dalam pelaksanaan vaksinasi nantinya agar tetap menjaga prokes 3 M, yakni mencuci tangan,memakai masker dan tetap menjaga jarak. (Ongko.SGI).

Wali Kota Beri Bantuan Stimulus untuk Pedagang Pasar Tugu

PROBOLINGGO, SGI – 23/07/2021. Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menyerahkan bantuan stimulus ekonomi kepada pelaku usaha, dalam hal ini pedagang Pasar Sabtu-Minggu (Tugu) secara simbolis di Aula Pendapa Kecamatan Kanigaran dan Kecamatan Mayangan, Jum’at (23/7) pagi. Bantuan ini diberikan dalam rangka penanganan dampak bencana non alam Covid 19.


Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot Probolinggo kepada pedagang Pasar Tugu yang jumlahnya mencapai 336 orang, yang sudah terverifikasi berdasarkan catatan data dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo.


Bantuan berupa uang tunai senilai Rp 200.000 per bulan itu diberikan dengan tujuan, agar para pedagang Pasar Tugu dapat bangkit dengan meningkatkan produktivitas usaha serta memperluas pangsa pasar secara digital online.


Wali Kota Habib Hadi berharap, semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta cukup membantu para pedagang yang jelas terdampak terhadap perekonomian semuanya. “Ini adalah salah satu upaya yang bisa diberikan Pemkot Probolinggo kepada masyarakat, khususnya pedagang Pasar Tugu yang terdampak Covid 19, untuk mendapatkan bantuan. Jangan dilihat nominalnya. Kami tidak hanya sekadar menutup tetapi juga memberikan bantuan,” pesannya.


Bantuan stimulus diberikan secara bertahap, mulai hari ini hingga hari Selasa (27/7) mendatang, dengan jumlah penerima bantuan khususnya di Kecamatan Kanigaran sebanyak 70 orang dan di Kecamatan Mayangan sebanyak 40 orang.


“Bantuan ini kami berikan secara tunai di tahap pertama. Dan tahap berikutnya, akan diberikan non tunai melalui transfer ke rekening masing-masing penerima. Dan untuk itu kami bekerjasama dengan Bank Jatim, untuk pembukaan rekeningnya,” terang Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati yang mendampingi Wali Kota Habib Hadi bersama Sekda drg. Ninik Ira Wibawati dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Setiorini Sayekti.


Menanggapi pertanyaan media, sampai kapan bantuan stimulus ini akan diberikan? Fitri pada kesempatan tersebut menyampaikan, selama Pasar Tugu ditutup dan anggaran tersedia, maka bantuan ini akan terus diberikan. ”Kurang lebih sekitar enam bulan, selama Pasar Tugu ditutup. Mana kala kondisi Covid ada penurunan di Kota Probolinggo dan ada kebijakan dari Satgas Covid, dimana Pasar Tugu akan dibuka, maka bantuan ini akan kami hentikan,” katanya. 


Seperti diketahui, Pasar Tugu merupakan kegiatan usaha yang memberikan kesempatan kepada pedagang mikro kecil untuk memasarkan barang dagangannya, di kawasan sekitar Alun-alun Kota Probolinggo, setiap akhir pekan.
Namun selama masa pandemi Covid 19, Pasar Tugu terpaksa ditutup sementara untuk menghindari adanya kerumunan masyarakat, yang dikhawatirkan dapat menjadi media penularan Covid 19 di Kota Seribu Taman. (Har.SGI).

Kombes Farman,Tidak Ada Tabung Oksigen Palsu di Tulungagung

SURABAYA.SGI. Beredarnya berita soal dugaan oksigen palsu di Tulungagung, Jawa Timur. Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Farman, bersama Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, pada Jumat (23/7/2021) padi, merilis dan mengklarifikasi adanya berita tersebut.

“Hari ini dilakukan pres rilis terkait adanya dugaan tabung oksigen palsu yang terjadi di Tulungagung, Jawa Timur. Barang bukti yang diamankan ada tabung gas ukuran enam meter kubik dan tabung gas satu meter kubik,” kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (23/7/2021) pagi.

Sementara itu, Kombes Pol Farman, Dirreskrimsus polda jatim menjelaskan, bahwa kemarin ada berita viral adanya dugaan oksigen palsu. Tim dari satreskrim Polres Tulungagung, satreskrim Polres Pacitan dan di back up Ditreskrimsus Polda Jatim sudah melakukan penyelidikan.

Diawali dari kejadian tanggal 17 Juli, dimana saat itu di Pacitan terjadi kelangkaan tabung oksigen. Sehingga untuk mengatasi kelangkaan tabung oksigen di pacitan. Maka kompresor yang ada di BPBD yang selama ini digunakan untuk mengisi tangki selam dapat digunakan untuk penanganan pertama pasien.

Dari kesepakatan pada tanggal 17 Juli, BPBD mengisi enam dan 32 tangki ukuran satu meter kubik. Kemudian dari tangki ukuran enam meter kubik, salah satunya dibawa ke tulungagung yang selanjutnya digunakan oleh Rifai penjual ikan untuk diisi ke splastik yang menyebabkan ikan koi mati.

“Setelah dilakukan pengecekan, bahwa dalam tangki tersebut ada kandungan oksigen dengan kadar 21,13 dan yang satu lagi 22,68. Artinya bahwa tabung oksigen atau oksigen dalam tabung oksigen tersebut bukan oksigen palsu,” jelas Farman.

“Namun kadar oksigen yang ada didalam tabung ukuran enam meter kubik tersebut yang digunakan untuk ikan koi tidak memenuhi standard 99,5 persen yang digunakan untuk medis,” tambahnya.

Biasanya para petani ikan koi biasanya dalam mengirim ikan itu menggunakan oksigen yang digunakan untuk medis dengan kadar 99,5. Sehingga menyebabkan ikan tersebut mati lemas. Karena harusnya kadar oksigen yang digunakan 99,5, namun faktanya yang dimasukkan dalam splastik itu oksigen dengan kadar 22,68.

“Hasil dari penyelidikan di BPBD Pacitan, dari 32 plus lima tabung besar yang sudah diisi di BPBD. Sudah digunakan di RSUD maupun di Puskesmas,” urainya.

Apakah ada dampak? Setelah dilakukan pemeriksaan baik dari RSUD dan Puskesmas terhadap pasien yang menggunakan 32 plus lima tabung oksigen berisi 21 sampai 22 persen tidak ada yang berdampak. Karena tabung tersebut masih berisi oksigen meski kadarnya tidak sesuai dengan ketentuan medis yakni 99,5.

Faktanya dalam kegiatan defing dalam tangki masih ada kandungan oksigen 21 sampai 25 dimana kandungan Nitrogen nya lebih banyak.

“Sekali lagi kami jelaskan, bahwa tidak ada oksigen palsu yang beredar di Tulungagung. Namun yang digunakan di tulungagung untuk ikan yakni dengan kadar 21 dan 22 persen sehingga membuat ikan koi mati,” pungkasnya.

Sementara itu dari penyelidikan yang sudah dilakukan, bahwa belum ditemukan adanya niat jahat dari BPBD yang mengisi oksigen.(ongko.SGI).

Targetkan 80 persen Warga Kota Probolinggo sudah Vaksin Covid 19

PROBOLINGGO, – SGI – 19/07/2021 Untuk mendukung percepatan program vaksinasi Covid 19, Pemerintah Kota Probolinggo bersama dengan GP Ansor setempat menggelar vaksinasi di Klinik NU, Senin (19/7) pagi. Kegiatan yang menargetkan 150 penerima vaksin ini ditinjau langsung oleh Wali Kota Habib Hadi Zainal Abdin dan Ketua GP Ansor Abdul Mujib.


“Ya kurang lebih semuanya ada 150 orang peserta dari Ansor, ini semuanya terdiri dari pengurus GP Ansor sendiri dan keluarganya. Dan, alhamdulillahsaya bersyukur sekali dengan adanya kerjasama dengan pemerintah kota, ini juga membantu untuk mempercepat perluasan vaksinasi,” jelas Ketua GP Ansor sekaligus Ketua DPRD Kota Probolinggo ini.


Melalui kegiatan ini, wali kota juga merasa terbantu dalam menambah capaian penerima vaksin di Kota Probolinggo. “Hari ini (19/7) kita berada di Klinik NU, melihat adanya vaksinasi yang diprakarsai oleh Ansor ya. Pemerintah terbantu dengan adanya support ini, supaya cakupan vaksinasi di wilayah Kota Probolinggo ini betul-betul sesuai dengan harapan,” terang Wali Kota Habib Hadi.


Wali kota berharap, kegiatan vaksinasi yang baru pertama kali digelar oleh GP Ansor ini bisa membuat masyarakat  merasa lebih nyaman. “Mudah-mudahan dengan adanya ini membuat masyarakat lebih nyaman dalam arti yakin dan tidak was-was lagi, tidak ragu-ragu lagi karena termakan hoax yang selama ini bertebaran di media sosial. Vaksin aman dan halal,” tegas Habib Hadi.


Terkait prosentase angka penerima vaksin di Kota Probolinggo, Wali kota menargetkan bisa mencapai lebih dari 80 persen. “Untuk capaian vaksinasi sendiri di Kota Probolinggo untuk jumlah sudah lumayan, progresnya sudah hampir 70.000. Harapan saya untuk wilayah Kota Probolinggo, bisa lebih dari 80 persen,” harapnya.


Untuk rencana kedepan, selain pemberian vaksin bagi anggota GP Ansor, Kepala Klinik NU dr Arif Fadilah juga sedang mengupayakan mendapatkan izin melaksanakan vaksinasi untuk masyarakat umum. “Khususnya vaksin ini, di musim pandemi akan kami koordinasikan nanti dengan Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, apakah Klinik NU bisa mengadakan vaksinasi untuk masyarakat umum,” ujar dr Arif. (Har/SGI)

Forkopimda Jatim Cek Kesiapan RS Darurat Indoor di GBT Surabaya

Jember.SGI.22/07/2021. Forkompimda Jatim memastikan kesiapan Rumah Sakit Darurat Indoor, yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya, di Gelora Bung Tomo (GBT), pada Kamis sore (22/7/2021). RS Darurat Indoor ini sudah rampung persiapannya dan dalam waktu dekat siap digunakan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta didampingi Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Sekda Prov Heru Tjahjono, Pejabat Utama Polda Jatim juga Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya turun langsung ke lokasi untuk mengecek persiapan Rumah Sakit darurat yang disiapkan Pemkot Surabaya di Gelora Bung Tomo.

RS berkapasitas 225 bed ini disiapkan untuk pasien dengan kategori ringan dan sedang, namun jika ada pasien yang bergejala sedang ke arah berat, akan dirujuk ke RS BDH.

“Artinya format bagaimana siklus untuk bisa memberikan layanan bagi yang bergejala ringan, bergejala sedang, di sini tempatnya, dan kalau kemudian harus dirujuk karena kecenderungannya ke arah berat maka ke Rumah Sakit BDH,” jelasnya Gubernur Jatim usai mengecek kesiapan RS darurat Indoor di GBT.

Format ini menjadi penting untuk dijadikan mitigasi bersama bahwa di kelurahan tetap ada isolasi. Kemudian di Asrama Haji tetap disiapkan untuk OTG, lalu yang gejala ringan sampai sedang juga disiapkan dibeberapa tempat.

“Semuanya dalam rangka memastikan bahwa kita semua tetap berikhtiar untuk memberikan layanan kuratif, jadi ini adalah hilirnya kuratif, tetap kita mendorong hulunya, hulunya itu satu vaksinasi, dua adalah disiplin protokol kesehatan, jadi hulu hilir ini harus nyambung,” paparnya

“Persiapan-persiapan ini dilakukan tentu harapannya tidak dipakai akan lebih bagus, tetapi kita tetap harus menyiapkan segala sesuatunya, memastikan bahwa sinergitas antara Forkopimda Provinsi, Forkopimda Kabupaten Kota ini terjalin, untuk memberikan perlindungan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya Gubernur Jatim didampingi Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Kabinda, dan Sekdaprov Jatim.(Nur.SGI).

Terapkan PPKM Level 3,Forkopimda Jember Turun ke Desa Kaliglagah

JEMBER.SGI.22/07/2021. Menyusul adanya pemberitaan warga  Desa Kaliglagah yang khawatir banyaknya yang terpapar virus Covid-19. Informasi pesan berisi ada sejumlah kasus kematian selama satu bulan terakhir. Penyebab keluhan sama dengan gejala klinis mirip terjangkit Covid-19. Sementara dari semua warga yang meninggal itu belum melakukan tes swab.

Menyikapi hal ini,  Forkopimda Jember turun melakukan kunjungan kerja Ke Balai Desa Desa Kaliglagah Kecamatan Sumberbaru. Kamis (22/07/2021). Kunjungan itu dilaksanakan dalam rangka pemantapan koordinasi terpadu penerapan PPKM Darurat Level 3.

Dalam kunjungan ini, Forkopimda Jember menyalurkan secara simbolis bantuan sembako untuk warga terdampak dan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat desa setempat.

” Selain memberikan bantuan sembako untuk membantu kebutuhan harian warga terdampak, Kami Jajaran TNI Polri, Pemkab dan Tenaga Kesehatan akan bahu-membahu bekerja dengan sebaik-baiknya untuk menangani wabah pandemi Covid-19 “, Kata Ps. Kasiehumas Polres Jember Iptu. Brisan Imman.

Lebih lanjut dikatakan Brisan bahwa  Bupati Jember telah menyampaikan Pemeritah akan melaksanakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro berbasis rukun tetangga dan rukun warga Di Desa Kaliglagah.

” Kita minta warga tetap tenang meski tingkat ekskalasi pandemi Covid-19 di Jember mulai meninggi akhir-akhir ini. Kemunculan kasus di Desa Kaliglagah mengharuskan orang ektra waspada”, tuturnya.

Menurutnya daya dukung dari luar sistem yang diterapkan Pemrintah, sehingga kelompok terkecil masyarakat setingkat RT harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi atau ketangguhan tinggi untuk bertahan di masa Pandemi.

” Untuk itu sangat penting menguatkan kembali gerakan akar rumput dengan cara mereimplementasi gerakan yang terbukti mampu menekan laju persebaran pandemi, beberapa waktu tahun lalu, seperti penerapan Kampung Tangguh”, Pungkasnya,(ron.SGI).

Panglima TNI dan Kapolri Sosialisasi Vaksin Keliling dan Serahkan Langsung Bansos ke Warga Jakarta

JAKARTA.SGI. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit terjun langsung ke permukiman atau Slum Area, untuk menyerahkan bantuan sosial (bansos) PPKM Level 4 ke warga DKI Jakarta, Kamis (22/7/2021). Kunjungan pertama dilakukan ke kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan tersebut mereka berdua menyerahkan langsung bantuan sosial dari Pemerintah Indonesia, kepada masyarakat yang ekonominya terdampak akibat Pandemi Covid-19. Mereka berdua juga melakukan interaksi dengan masyarakat yang menerima bantuan tersebut.

“Semoga membantu, ini untuk membantu kebutuhan sehari-sehari,” kata Sigit memulai interaksinya dengan salah satu warga.

Sigit menjelaskan, bantuan sosial tersebut berasal dari Pemerintah Indonesia yang disalurkan melalui TNI-Polri. Hal ini merupakan wujud kehadiran Negara di tengah masyarakat. Sekaligus, bentuk tanggung jawab Pemerintah kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

“Penyaluran bantuan sosial ini merupakan komitmen Pemerintah terhadap kebijakan yang diambil sekaligus sebagai wujud kehadiran negara ditengah-tengah masyarakat,” kata Sigit

Saat membagikan bansos tersebut, eks Kapolda Banten ini juga menyosialisasikan kepada masyarakat yang sudah di vaksin untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Sudah di vaksin ya. Tetap pakai masker ya. Kalau ada saudaranya yang butuh masker, kasih. Terima kasih ya,” ujar Sigit kepada warga penerima bansos.

“Terima kasih banyak ya pak, sangat membantu,” jawab salah seorang warga.

Senada, Panglima TNI juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sehari-hari, meskipun sudah dilakukan vaksin.

“Tetap pakai masker ya, ini ada sembako, jaga kesehatan ya,” kata Panglima saat berinteraksi dengan warga lainnya.

Adapun warga yang menerima simbolis bansos tersebut diantaranya adalah, Ali Muskon (36) seorang driver ojek oline yang harus terhenti karena terdampak PPKM, Saiful Anwar (44) mantan karyawan hotel travel yang saat ini dirumahkan.

Lalu, Ending Samsudin (52) seorang pedagang kopi, Suwandi yang merupakan ojek online dan terhenti akibat PPKM. Dalam pemberian ini, para warga semuanya sudah dilakukan swab antigen dengan hasil non-reaktif, kemudian juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Usai memberikan bansos secara langsung, Panglima TNI dan Kapolri melanjutkan peninjauannya ke SDN Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat. Mereka melihat secara langsung vaksinasi keliling TNI-Polri.

Vaksinasi keliling ini merupakan program jemput bola menggunakan mobil vaksin untuk menyambangi daerah maupun lokasi padat penduduk di wilayah Jakarta. Saat ini telah tersedia 62 unit mobil vaksin keliling. Target vaksinasi adalah 300 orang per hari dengan sasaran masyarakat umum dan remaja usia 12-18 tahun.

“Kami memiliki 62 unit mobil vaksinasi di DKI Jakarta untuk menjangkau daerah-daerah, sehingga lebih mudah diakses masyarakat,” ucap mantan Kabareskrim Polri ini.

Di pemukiman padat penduduk Duri Pulo, Panglima TNI dan Kapolri juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat. Sigit memastikan seluruh warga yang terdampak, bakal mendapatkan bansos dari Pemerintah.

“Ini buat bantu ibu, dapat semua ya. Di dalamnya ada masker, vaksin sudah ya, tetap pakai maskernya untuk jaga kesehatan ya,” kata Sigit kepada warga sembari membagikan bansos ke tiga anggota keluarga tersebut.

Tak hanya itu, Panglima TNI dan Kapolri serta Kepala BNPB mengunjungi Rusun Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka melakukan sosialisasi vaksinasi keliling dan menyerahkan bantuan sosial Pemerintah kepada masyarakat di permukiman padat penduduk.

Sigit menyampaikan sosialisasi program vaksinasi kepada masyarakat. Nantinya, untuk mengejar terciptanya Herd Immunity di wilayah Ibu Kota, vaksin keliling bakal dilakukan seiring dengan kegiatan vaksinasi yang sudah berjalan selama ini, misalnya vaksinasi massal dan gerai vaksin.

“Harapan kami bagaimana kami kejar Herd Immunity khususnya di Jakarta segera terbentuk,” kata Sigit di Petamburan.

Sementara itu, Sigit menegaskan kepada masyarakat yang aktivitas perekonomiannya terganggu akibat kebijakan PPKM ini, nantinya akan terus diberikan bantuan sosial oleh Pemerintah melalui TNI-Polri.

Sigit mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan jangan ragu menyampaikan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibas apabila stok bantuan sosialnya habis. Nantinya, pihak TNI dan Polri akan kembali mengirimkan paket bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

“Harapan kami ini bisa membantu, dari Pemerintah yang tentunya dari Pemerintah kami harapkan bisa meringankan beban dari masyarakat yang terdampak. Dan tak usah khawatir Pemerintah pasti perhatikan masyarakat,” tutur Sigit.

Untuk diketahui, tercatat saat masa PPKM Darurat dan PPKM Level 4, Polri telah menyalurkan 600.294 paket sembako dan 3.181.000 Kg atau 3.181 ton beras.(ongko.SGI).

Kerahkan Babinkamtibmas, Kapolres Jember Serahkan Daging Korban Hingga ke Pelosok Desa

JEMBER.SGI.20/07/2021. Pandemi tahun ini, warga kaum dhuafa yang tersebar di pelosok desa di Kabupaten Jember akhirnya bisa turut merayakan kegembiraan Idul Adha. Kali ini, Polres Jember mengerahkan jajaran Bhabinkamtibmas untuk menyalurkan daging kurban kepada yang berhak menerima.

Polres Jember telah menyiapkan hewan kurban sebanyak 23 ekor kambing dan 7 ekor Sapi. Setelah dipotong dan dibersihkan, daging sapi dan kambing itu dikemas menggunakan kantong plastik. Proses penyembelihan dan pengemasan daging kurban dilakukan dengan pengawasan protokol kesehatan.

Selasa (20/07/2021), Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP. Arif Rachman Arifin, S.I.K, M.H secara simbolis menyerahkan daging kurban kepada perwakilan Bhabinkamtibmas, selanjutnya memberangkatkan distribusi daging kurban ke berbagai wilayah pedesaan.

Bhabinkamtibmas sejumlah desa di Kabupaten Jember ditugaskan untuk menyisir dan mendata warga desa binaanya. Diutamakan kaum duafa yang tak tersentuh pembagian daging hewan kurban. Daging kurban sebagian besar akan dipasok ke pelosok desa.

Ps. Kasiehumas Polres Jember Iptu. Brisan Imman Nulla mengatakan pendistribusian daging kurban dilaksanakan sesuai instruksi pemerintah terkait pembagian daging kurban pada Idul Adha 1442 Hijriah agar diantar langsung ke masing-masing rumah penerima.

“Kami siapkan anggota Bhabinkamtibmas untuk membantu membagikan daging kurban kepada masyarakat. Banyak masyarakat desa yang membutuhkan daging qurban sebagai pelengkap gizi dan kebutuhan pangan,” ujarnya.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, pihaknya telah memerintahkan jajaran Bhabinkamtibmas agar bekerja lebih ekstra keras untuk menyerahkan langsung daging kurban ke rumah-rumah warga kurang mampu, meski itu harus diantar langsung jauh hingga dikawasan terpencil.(ron.SGI).

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai