Bupati Lampung Timur Hadiri Raperda RPJMD di Gedung DPRD

SUKADANA.SGI. Bupati Lampung Timurm Dawam Rahardjo Menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Timur dalam acara Penyampaian Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA dan PPAS) APBD TA.2021 dan Raperda tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lampung Timur di ruang rapat DPRD Lampung Timur, Selasa (03/08/2021).

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Lampung Timur, Azwar Hadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Moch Jusuf, Asisten Bidang Administrasi Umum, Wan Ruslan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah, Mansur Syah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Puji Riyanto.

Melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Bupati Dawam menjelaskan bahwa Kepala Daerah mempunyai tugas menyusun dan mengajukan rancangan perda tentang RPJMD untuk dibahas bersama DPRD.
“Dalam rangka melaksanakan amanat dari Undang-Undang No 23 Tahun 2014, serta dalam rangka menetapkan pedoman perencanaan pembangunan daerah lima tahunan, yang selanjutnya akan di-break down menjadi rencana strategis perangkat daerah, rencana kerja pemerintah daerah dan rencana kerja perangkat daerah tahunan, maka pada kesempatan yang mulia ini perkenankanlah kami menyampaikan Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lampung Timur Tahun 2021-2026”.
Selanjutnya Kang Dawam menjelaskan tentang visinya bersama Azwar Hadi dalam mewujudkan “Lampung Timur Berjaya”.

“Selain dampak pandemi COVID-19, kita juga dihadapkan dengan berbagai isu strategis pembangunan jangka menengah. Dengan berbagai tantangan dan isu strategis tersebut, serta dengan segenap potensi dan sumber daya yang masih kita miliki, pada kesempatan yang baik ini, izinkanlah kami menyampaikan rumusan visi atau cita-cita pembangunan Tahun 2021-2026 yaitu Rakyat Lampung Timur Berjaya”.

“Rakyat Lampung Timur Berjaya mengandung makna bahwa kebijakan program pembangunan pemerintah Kabupaten Lampung Timur pada Tahun 2021-2026, akan difokuskan untuk mewujudkan kejayaan masyarakat Lampung Timur yang religius, berdaya saing, berkeadilan, dan sejahtera. Untuk mewujudkan visi Rakyat Lampung Timur Berjaya tersebut, akan dilaksanakan melalui 9 Misi atau disebut Siwao Misei. (Ahmad.SGI)

Arema Police Sobo Kelurahan Polresta Malang Kota Berikan Layanan Vaksinasi Dosis Kedua Untuk Supeltas dan Masyarakat Umum

Malang.SGI. Puluhan Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) di Kota Malang, binaan Satlantas Polresta Malang Kota, Selasa (3/8), ikuti vaksinasi Covid-19 dosis dua. Vaksinasi ini diadakan oleh Polresta Malang Kota di halaman Taman Krida Budaya Jawa Timur. Yakni bersamaan dengan kegiatan layanan Arema Police Sobo Kelurahan.

Vaksinasi dosis kedua ini diikuti oleh 100 orang dari Supeltas dan masyarakat umum. Mereka tetap memperhatikan Prokes saat menunggu giliran vaksin, dengan menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, bahwa vaksinasi ini adalah dosis kedua.

Vaksinasi ini diikuti 30 supeltas dan 70 masyarakat umum. Ini vaksinasi dosis kedua. Untuk vaksinasi dosis pertama sudah dilakukan pada Selasa (6/7) di lokasi yang sama, usai memantau proses vaksinasi.

Supeltas menjadi salah satu prioritas karena setiap harinya di jalan sebagai relawan membantu masyarakat. “Untuk meningkatkan imun Supeltas, sebab sudah memberikan pelayanan seperti halnya relawan, Ikhlas melayani masyarakat saat di jalan dan membantu tugas kepolisian, dalam penertiban arus lalu lintas, mengingat tugasnya di jalanan maka mereka harus punya daya tahan tubuh yang kuat,” ujar Buher.

Vaksinasi ini menggunakan vaksin Sinovac. Meskipun sudah mengikuti vaksinasi, namun tetap diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan terutama dalam 5M, yakni mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah.

Ketua Paguyuban Supeltas Kota Malang, Zainul Arifin merasa gembira karena Supeltas di Kota Malang telah mengikuti vaksinasi dosis kedua.

“Seluruh jumlah anggota 141 orang. Anggota Supeltas yang sudah vaksin di kelurahan dan di kegiatan vaksinasi Polresta Malang Kota ini, berjumlah total 110 orang. Sisanya, sebanyak 31 Supeltas belum melaksanakan vaksinasi. Namun, akan kami dorong mereka untuk segera melaksanakan vaksin. Sebab dengan vaksin imun kita jadi lebih kuat, lebih aman saat bekerja. Terimakasih kepada Polresta Malang Kota,” ujar Zainul.(ongko.SGI).

Kapolda Jatim Cek Vaksinasi Berbasis Komunitas Pekerja di PT Santos Jaya Abadi

SURABAYA.SGI. Pada hari ini (Selasa 3/8/2021) Kapolda Jatim didampingi oleh Pejabat Utama Polda Jatim melaksanakan pengecekan vaksinasi berbasis komunitas pekerja bertempat di PT. Santos Jaya Abadi, Plant 1, Surabaya. Vaksinasi ditargetkan bagi 2000 orang dalam kegiatan Bhakti Kesehatan Bhayangkara Untuk Negeri yang didukung oleh Biddokes Polda Jawa Timur bagi karyawan, keluarga serta masyarakat sekitar.

Soedomo Mergonoto, CEO PT. Kapal Api Global, menyampaikan, pihaknya menyambut baik dan berterima kasih atas terselenggaranya program Bhakti Kesehatan Bhayangkara bersama Polda Jawa Timur Bagi karyawan PT Santos Jaya Abadi beserta keluarga dan masyarakat sekitar pabrik.

“Kegiatan hari ini dilakukan sebagai komitmen dari PT SJA untuk memvaksinasi karyawan sebanyak mungkin sebagai upaya mensukseskan program vaksinasi dari pemerintah pusat,” kata Soedomo Mergonoto, CEO PT. Kapal Api Global, Selasa (3/8/2021) siang.

“Langkah ini diharapkan segera membawa Indonesia mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Semoga upaya ini dapat membawa kita bebas dari Covid-19 sekaligus membangkitkan perekonomian Indonesia,” tambahnya.

PT. Santos Jaya Abadi, sebelumnya juga telah melaksanakan berbagai prosedur di tempat kerja, seperti kantor, pabrik dan outlet untuk memastikan kesehatan dan keamanan bagi para karyawan dan konsumen.

“Berbagai langkah tersebut diterapkan dengan mengikuti panduan dan anjuran resmi dari pemerintah setempat. Beberapa kebijakan yang telah kami lakukan adalah Mendorong karyawan untuk mempraktikkan langkah-langkah menjaga kesehatan seperti membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun, menjalankan gaya hidup sehat, melakukan social distancing, juga memberlakukan sistem kerja bergiliran di rumah, sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kedepannya, Kapal Api Grup akan terus melakukan langkah-langkah pencegahan seiring dengan perkembangan yang terjadi dan selalu berpedoman pada petunjuk-petunjuk tambahan yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” tutup dia. (nur.SGI).

Heboh Kasus Wafer Isi Silet di Jember,Polisi Berhasil Amankan Terduga Pelakunya

Jember.SGI. Pria terduga yang membagikan wafer berisi potongan silet kepada anak – anak di Jalan Cempedak Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang, berhasil diamankan Polisi. Pelaku ditangkap saat berada di Warung Mie Solo Depan RS. Dr. Soebandi Jember. Selasa Siang ( 03/08/2021).

Kapolres Jember AKBP. Arif Rachman Arifin, S.I.K, M.H melalui Kasat Reskrim AKP. Komang Yogi Arya Wiguna,S.I.K, MH menyebutkan Pria tersebut berinisial AB (42), dia tinggal tidak jauh dari TKP. Rumahnya di Jalan Manggis Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang, Jember.

“ Saat diinterograsi petugas pelaku mengakui perbuatannya dengan menyebarkan dan mengemas makanan wafer merk superstar yang didalamnya berisi seng, kawat dan pecahan besi lainnya”, ungkapnya.

Usai pelaku diamankan Polisi, Petugas Unit Resmob Satreskrim bersama Anggota Polsek Patrang telah melakukan upaya pemeriksaan dan penggeledahan dikediaman AB. “ Hasilnya ditemukan beberapa bahan dan alat membuat makanan yang bersisi pecahan potongan benda tajam berbahaya”,terangnya.

Komang menjelaskan peristiwa sebelumnya terjadi pada hari Sabtu (31/07) sekira pukul 10.30 Wib. Saat itu di TKP ada seorang anak berusia 6 tahun yang didatangi pria tidak dikenal dan bermaksud memberikan 3 buah wafer merk superstar. Namun anak tersebut enggan menerima pemberiannya.

“ Karena tidak mau, pelaku melempar begitu saja ke teras rumah Pak Yasin dan langsung pergi meninggalkan TKP. Wafer itu lantas ditunjukkan kepada kakaknya. Sempat dibuka dan dicicipi, karena terasa benda keras, anak itu memuntahkan makanan tersebut. Melihat kejadian itu kakaknya mengadukan ke ibunya”, jelasnya.

Setelah Ibunya menemukan ada benda tajam berbahaya pada makanan itu, keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Patrang. Menurut Komang pihaknya usai menerima laporan langsung melaksanakan pengecekan TKP, mengamankan barang bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “ Melalui proses serangkaian penyelidikan yang mendalam, akhirnya hari ini kami berhasil mengamankan pelakunya”, tegasnya.

Selanjutnya terduga pelaku di bawa ke Mapolres Jember guna kepentingan penyidikan. Selain itu, Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa 5 buah makanan wafer merk Super Star yang sudah diisi potongan benda tajam berbahaya, 3 buah Gunting, 1 buah tang potong, 1 buah tang catut, 1 buah toples kecil berisi seng, kawat berapa jenis paku dan bahan besi lainnya, 2 buah korek api serta 1 buah kotak tempat membuat makanan.

Lebih lanjut dikatakan Komang, terkait motif pelaku masih didalami penyidik. Terungkap, bahwa aksi serupa pernah terjadi pada bulan puasa, terduga pelaku menyasar 3 rumah di Jalan Manggis Kelurahan Jember Lor, namun tidak ada korban jiwa.

Kini terduga pelaku AG masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Satreskrim di Mapolres Jember. Oleh Penyidik, pelakunya akan dijerat Pasal 204 KUHPidana tentang mengedarkan mengedarkan barang berbahaya, ancaman hukuman 15 tahun penjara.(ron.SGI).

Polisi Tangkap Lagi Dua Pelaku Pengrusakan Ambulan di Silo

Jember.SGI. Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Jember kembali menangkap pelaku kasus pengrusakan ambulan dan rebut jenazah covid 19 yang terjadi di Dusun Sukma Ilang Desa Pace Kecamatan Silo, Jember. Jumat Malam (23/07).

“Dua orang tambahan yang ditangkap adalah berinisial IM (24) dan MRA (23 ), mereka merupakan warga Dusun Sukmo Ilang Desa Pace Kecamatan Silo. Keduanya ditangkap petugas Senin malam (02/08) sekira 01.00 Pukul Wib”, Kata Kasat Reskrim AKP. AKP. Komang Yogi Arya Wiguna, S.I.K, M.H di Kantornya, Selasa Siang ( 03/08/2021).

Penangkapan terhadap dua orang tersebut menjadikan jumlah pelaku yang ditangkap totalnya 5 orang. Kelima orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk dua pelaku yang baru tertangkap.

“ Diduga Pelaku IM yang memukul kaca mobil ambulan dengan tangan kosong sementara MRA beraksi menggembosi ban dan melepas cover ban mobil Ambulan tersebut”,ungkapnya.

Sebelumnya, pada hari Minggu lalu (01/08), Polisi telah menangkap tiga pelaku yaitu ME (30), ES (35) dan AR (26).Mereka ditangkap karena disangkakan sebagai pelaku pengrusakan mobil ambulan. Kejadian itu dipicu setelah warga terpancing informasi hoax saat ada yang menyebut organ jenazah hilang, hingga pelaku melakukan pengrusakan mobil ambulan.

“ Untuk itu Kami menghimbau masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu kebenarannya yang kemudian justru terpancing emosi dan melakukan perbuatan melanggar hokum.(her.SGI).

Percepat Vaksinasi Kapolri Tegaskan Siap Bekerjasama dengan Semua Pihak

Jakarta.SGI. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau program vaksinasi massal COVID-19 yang diinisiasi oleh oleh Unit Desa Presisi (UDP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Aktivis Inspira (Ormas Kepemudaan), dan Mabes Polri.

Adapun pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan di di Gedung Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Bogor dilaksanakan selama 2 hari yakni tanggal 3 dan 4 Agustus 2021.

“Hari ini saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan pak rektor dan juga rekan-rekan ormas kepemudaan dan juga mahasiswa IPB yang memberikan kesempatan kita bisa bekerja sama dalam rangka mengakselerasi vaksinasi yang merupakan bagian program pemerintah dalam rangka menghadapi pandemi COVID-19,” kata Listyo kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Listyo menuturkan, angka COVID-19 di Indonesia saat ini masih cukup tinggi meskipun ada penurunan secara nasional. Untuk itu, ia menegaskan perlu kerja keras agar Indonesia cepat terbebas dari pandemi COVID-19, salah satunya melalui percepatan vaksinasi.

“Di wilayah bogor yang menjadi penyangga ibu kota menjadi sangat penting untuk segera digarap dengan cepat karena angkanya masih sekitar 16 persen sehingga butuh akselerasi dan kita harapkan dengan memanfaatkan hari kemerdekaan ini maka akselerasi vaksinasi bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini berharap kegiatan vaksinasi semakin hari samakin meningkat. Bagi masyarakat yang masih takut untuk mengikuti vaksinasi, ia meminta untuk tak takut lagi.

“Saya imbau vaksinasi dalam rangka meningkatkan imunitas saudara-saudara dalam menghadapi COVID. Oleh karena itu jangan ragu vaksin karena disemua negara melaksanakan itu. Jadi bagi warga yang ragu-ragu ini untuk kebaikan kita dan bersama,” katanya.

Yang tidak kalah pentingnya selain vaksinasi, ia meminta warga tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes) ketat sebagai strategi mencegah penularan. Sebab dengam menggunakan masker, Listyo menyebut akan lebih aman, baik menulari maupun tertular.

Kegiatan lain yang saat ini diberlakukan pemerintah yakni pemberlakuan PPKM level 1 sampai 4. Menurut Listyo, hal itu dilakukan untuk menjaga laju pertumbuhan COVID.

Dengan menjaga prokes dan percepat vaksinasi, mantan Kapolda Banten ini mengatakan bisa menurunkan level PPKM. Dengan turunnya level PPKM, ia menyebut akan ada fleksibilitas untuk kegiatan masyarakat.

“Dampaknya aktivitas ekonomi meningkat dan pertumbuhan ekonomi meningkat. Ayo kita berbondong-bondong melaksanakan vaksin dan tetap memakai masker,” katanya.

Dalam kesempatan ini, ia mengajak semua pihak baik organisasi kepemudaan, aliansi BEM, ormas maupun komunitas untuk bekerja sama mempercepat vaksinasi.

Adapun target vaksinasi yang digelar di Kampus IPB Bogor yakni masyarakat umum, mahasiswa IPB, dan Granita (pegawai IPB). Stok vaksin yang dipersiapkan dalam kegiatan ini sebanyak 5.000 dosis jenis Sinovac, menggunakan stok vaksin Polri, Dinkes Kabupaten Bogor, dan IPB.

Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 50 orang vaksinator gabungan dari Pusdokkes Polri, Dokkes Polres Bogor dan Poliklinik IPB.

Selain kegiatan vaksinasi, juga akan dilakukan pembagian 2.000 paket bansos kepada masyarakat umum yang terdampak COVID-19.(ongko.SGI).

Pantau Bansos,Wali Kota Probolinggo Himbau Warga Patuhi Prokes

PROBOLINGGO, – SGI – 03/08/2021 Ditemui sebelum acara dimulai, Angga Ridho Pribadi warga RT 3 RW 1 Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran mengungkapkan perasaan syukurnya. Sebab bantuan pemerintah ini sangat bisa membantu dirinya dan keluarganya. “Alhamdulillah, bisa membantu dan semoga pandemi ini segera selesai, agar lancar kerjanya,” ungkap karyawan pabrik keramik, saat menghadiri Penyerahan Bantuan Sosial PPKM Level 4 di Kecamatan Kanigaran, Selasa (3/8).

Setelah Senin (2/8) berkeliling ke 14 kelurahan, Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin melanjutkan memantau penyaluran bantuan, Selasa (3/8) mengendarai motor bersama Kepala Dinsos P2KB Rey Suwigtyo, Kepala Satpol PP Aman Suryaman, Kepala Dishub Agus Effendi, Kalaksa BPBD Sugito Prasetyo, Camat Kanigaran Agus Riyanto ke Kelurahan Kebonsari Wetan.

Kepala Dinsos P2KB Rey Suwigtyo dalam laporannya menjelaskan Pemerintah Kota Probolinggo menggelontorkan bantuan kepada 30.894 warga. Diberikan sebanyak 585 untuk warga Kelurahan Kebonsari Wetan dan 2.711 untuk warga Kelurahan Kanigaran yang terdampak PPKM Level 4 dan tidak tercover bantuan dari pemerintah pusat. Setiap warga mendapat beras 5 kilo gram dan uang tunai sebesar Rp 200 ribu.

Wali Kota Habib Hadi berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Pemerintah kota hadir ikut membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dalam situasi kondisi pandemi Covid 19. Gunakan bantuan uang ini untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Habib Hadi mengimbau pada warga di dua kelurahan tersebut untuk tetap disiplin protokol kesehatan. “Pakai masker. Sekarang virus sudah mulai penularannya cepat dengan adanya varian delta. Satu-satunya cara pakai masker, hindari kerumunan, jaga kesehatan,” lanjutnya.

Masih menurut Habib Hadi ia mengingatkan warganya pentingnya vaksinasi. “Siapa disini yang belum vaksin,” tanya orang nomor satu di Kota Mangga itu. Tampak beberapa warga mengacungkan tangannya menjawab pertanyaan bapak empat orang anak itu.

“Jangan takut vaksin, vaksin halal dan menyehatkan. Kami jajaran pemerintah kota, TNI-Pori semua divaksin. Jangan percaya berita-berita hoaks di luar sana yang katanya, katanya dan katanya,” tegas wali kota meyakinkan warga. (Har/SGI)

Kapolresta Banyuwangi dan 25 Polsek Jajaran Melaksanakan Pemasangan Stiker Contact Person Tracer Covid 19

Banyuwangi.SGI. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi dan Polsek jajaran melaksanakan pemasangan sticker contact person tracer Covid-19 secara serentak pada hari Senin, (2/8/2021) dalam rangka PPKM Level-4 di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Personil yang terlibat adalah Gabungan dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kades dan Nakes diwilayah masing masing desa binaanya. AKBP Nasrun Pasaribu Kapolresta Banyuwangi saat dihubungi wartawan pada hari Senin (2/8) menyampaikan jika pemasangan sticker contact person tracer dilakukan secara serentak di 25 Polsek jajaran guna memberikan akses kemudahan bagi masyarakat sekaligus sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut.

“Tugas dari tracer adalah untuk melakukan penelusuran kontak, merupakan proses identifikasi, evaluasi serta manajemen sekelompok orang yang telah terpapar oleh virus. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Sekelompok orang ini yang kemudian dinamakan contact. Proses ini dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi sekelompok orang yang telah terpapar virus selama 14 hari ke belakang.” terang Kapolresta Banyuwangi.

AKBP Nasrun Pasaribu Kapolresta Banyuwangi berharap dengan dipasangnya sticker yang memuat nomor contact person tracer covid-19 tersebut masyarakat diharapkan secara aktif bisa menghubungi petugas apabila mengalami gejala yang mengarah kepada Covid-19 baik untuk diri sendiri, anggota keluarga, tetangga dan atau orang yang dikenalnya untuk bisa segera dilakukan tracing dan penanganan (therapy).

“Para Bhabinkamtibmas bersama dengan Babinsa, Perangkat Desa dan Nakes setempat akan melakukan tracing dengan tujuan membatasi penyebaran penyakit COVID-19. Data yang diperoleh bisa digunakan sebagai bahan analisis bagi pemerintah untuk mengelola risiko Covid-19, hingga memungkinkan kegiatan ekonomi dan sosial dilanjutkan senormal mungkin,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

Lebih lanjut Kapolresta Banyuwangi mengatakan bahwa tujuan umum dari tracing adalah untuk memutus rantai penularan melalui kegiatan surveilans epidemiologi komprehensif sesuai pedoman yang berlaku. Sedangkan tujuan khusus antara lain pertama peningkatan jumlah testing di Puskesmas minimal 1/1000 jumlah penduduk di puskesmas per minggu; Kedua melakukan 100% contact tracing pada kasus konfirmasi ketiga 90% kasus yang ada di isolasi dan seluruh kontak di karantina < 24 jam sejak teridentifikasi dan di follow up selama 14 hari. (jam.SGI).

Panglima TNI Apresiasi Kolaborasi Tim Nakes,Babinsa dan Bhabinkamtibmas Saat Kunjungan di Jatim

Jatim.SGI. Forkompimda Jawa Timur, mendampingi Panglima TNI serta Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) melakukan kunjungan di Jawa Timur, pada Minggu (1/8/2021).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, dan Pejabat Utama Kodam V Brawijaya mendampingi kunjungan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, serta Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto melakukan pengecekan disejumlah Puskesmas di Jatim.

Puskesmas yang dikunjungi diantaranya, Puskesmas Gayaman Mojokerto, Puskesmas Sukomoro Nganjuk, Puskesmas Balerejo Madiun. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan 3T Testing, Tracing dan Treatment, serta penerapan aplikasi Silacak dan aplikasi inaRISK oleh TNI Polri dalam rangka penanganan Covid-19 di Jatim.

Dalam kunjungannya, Panglima TNI dan Kabaharkam Polri, melakukan pengecekan terhadap tim Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas, dalam melakukan penanganan pasien covid-19 di masing-masing daerah.

Sebagai informasi, rasio kasus positif diperoleh dengan membandingkan temuan orang positif Covid-19 dari jumlah orang yang diperiksa.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas aman, rasio kasus positif Covid-19 tak lebih dari 5 persen.

Itu artinya, situasi pandemi relatif terkendali bila dari 100 orang yang diperiksa, hanya 5 kasus positif Covid-19 yang ditemukan.

Sementara di Mojokerto, Panglima TNI mengapresiasi kinerja tim Nakes, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Mojokerto, yang selalu berkolaborasi dan bagus dalam penanganan kasus Covid-19. Selain itu, saat ini di Mojokerto rasio kasus positif covid-19 hanya 1 banding 29.

“Rasionya 1 banding 29,sudah masuk standar WHO loh itu Ibu Gubernur,” ucap Panglima TNI didampingi Forkopimda Jatim, saat berdialog dengan tim Nakes Mojokerto.

“Oke bagus sudah, hanya dokter yang ngerti. Jago-jago semua,” celetuk Panglima TNI dan mengapresiasi Bupati Mojokerto yang kebetulan juga dokter.

“ini kita apresiasi, bagus sekali kalau bisa rasio 1 banding 15 atau 1 banding 29,” kata Panglima TNI bersama Kabaharkam Polri saat berkunjung di Puskesmas Gayaman, Mojokerto.

Selain itu, Panglima TNI juga menguji kemampuan anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengoprasian aplikasi Sistem Informasi Pelacakan (SiLacak) dan inaRISK, serta koordinasi 4 pilar, bagaimana memperlakukan pasien covid-19.

Koordinasi tersebut diuji dengan melakukan komunikasi melalu telepon antara Babinsa maupun Bhabinkamtibmas kepada pasien covid yang sedang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) untuk mengetahui perkembangan kesehatannya secara berkala.

Hal yang sama juga dilakukan dimasing-masing Puskesmas, yang dikunjungi oleh Panglima TNI bersama Kabaharkam Polri kepada petugas di lapangan, dalam menerapkan 3T serta kemampuan anggota dalam mengoprasikan aplikasi Silacak dan aplikasi inaRISK, meliputi alur sistem pelaporan, koordinasi tracing digital penanganan pasien covid-19 dan interaksi dengan pasien Covid-19 yang sedang melaksanakan isolasi mandiri secara virtual.(ongko.SGI).

Sepasang Anak Muda di Hotel GGM Terjaring Operasi Cipta Kondisi

JEMBER.SGI.01/08/2021. Sepasang tamu hotel Hotel GGM (Grand Gumuk Mas) terjaring operasi Cipta Kondisi yang dilakukan oleh Muspika Gumukmas Kabupaten Jember Sabtu malam (31/07/2021).

Sepasang anak muda tersebut bukanlah pasangan suami istri sah, sehingga petugas mengambil KTP dan memberi peringatan, disuruh segera pulang dan dikenakan sanksi wajib lapor.

Giat operasi ini melibatkan Kapolsek Gumukmas AKP Subagio, Camat Gumukmas Bobi, Danramil 0824/20 Gumukmas Kapten Inf. Hadi Windoko, beserta jajarannya masing-masing.

“Kita bersama-sama, Muspika Gumukmas bersama jajarannya melaksanakan operasi Cipta Kondisi 2021, malam ini kita melaksanakan giat ke hotel untuk memeriksa dan menertibkan tamu-tamu,” kata Kapolsek Gumukmas AKP Subagio di sela kegiatan.

AKP Subagio menjelaskan, penertiban dilakukan terhadap tamu-tamu hotel dengan memeriksa identitas atau KTP untuk memastikan bahwa mereka merupakan pasangan suami istri yang sah atau bukan.

Pantauan media di lokasi, sebelum melaksanakan operasi pasukan apel terlebih dahulu untuk menerima arahan dan petunjuk jalannya operasi, dipimpin oleh Danramil 0824/20 Gumukmas.

Selesai apel, petugas memasuki hotel GGM menuju resepsionis untuk meminta data tamu, dan selanjutnya melakukan pemeriksaan dari kamar ke kamar hotel.

Pelaksanaan operasi berlangsung tertib dan lancar. Bagi tamu yang mempunyai identitas suami istri atau pasangan sah diperkenankan untuk tinggal, tetapi bagi pasangan yang bukan suami istri sah, diperintahkan pulang setelah dicatat atau diambil KTP nya oleh petugas.

“Setelah melakukan pemeriksaan 15 kamar yang sebagian besar kosong, ditemukan sepasang yang bukan suami istri sah, dan selanjutnya kita ambil KTP mereka, dengan sanksi wajib lapor dan saat ini langsung dipulangkan,” ujar Subagio usai kegiatan.

Lebih lanjut AKP Subagio mengatakan bahwa agenda seperti ini akan berlanjut, mungkin saat ini dilakukan pemeriksaan KTP ataupun surat nikah, tetapi untuk berikutnya akan digeledah tas, motor atau bawaan mereka.

“Sehingga kita bisa mengantisipasi jangan sampai ada narkoba di wilayah Gumukmas,” katanya.

Operasi Cipta Kondisi ini, imbuh Subagio juga berkaitan dengan penegakan PPKM Darurat, dalam hal ini petugas mematuhi prokes menjaga jarak dan memakai masker.

“Sedangkan mereka itu datang ke sini ini tentunya tidak ada jaga jarak lagi, makanya kita tegur, kita ingatkan, dan kita bubarkan.” Pungkas Subagio. (ron.SGI).

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai