AKP Harjo,Biaya Perawatan Mbah Dasi Akan Kami Tanggung Semua

Bojonegoro.SGI. Upaya meringankan beban warga masyarakat di masa pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat terus dilakukan oleh jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro.

Tak hanya memberikan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) dan peralatan protokol kesehatan (Prokes) saja. Namun juga pembiayaan perawatan bagi warga miskin atau kurang mampu.

Seperti dilakukan oleh Kapolsek Kalitidu, AKP Harjo yang bakal menanggung biaya perawatan Dasi (70), warga Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang sejak lima hari jatuh sakit.

Selain ditanggung biaya perawatannya, warga lanjut usia yang berdomisili di Rukun Tetangga (RT) 06, Rukun Warga (RW) 02, Dusun Jambe, itu juga diberikan santunan dan bantuan sembako oleh Polsek Kalitidu.

“Kami akan tanggung semua biaya perawatan Mbah Dasi, dengan berkoordinasi pihak kesehatan dan Pemerintahan Desa (Pemdes) Pilangsari,” ujar Kapolsek Kalitidu, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Harjo, kepada wartawan disela-sela kegiatan pengecekan di rumah Dasi, bersama Pemdes Pilangsari dan Koramil Kalitidu, Selasa (03/08/2021).

Mantan Kapolsek Gayam ini mengaku, bahwa apa yang dilakukan terhadap Mbah Dasi merupakan bagian dari giat sosial peduli sesama guna meringankan beban warga masyarakat utamanya yang kurang mampu di masa pandemi dan PPKM di wilayah hukumnya.

“Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan setidaknya bisa sedikit meringankan bebannya. Mudah-mudahan Mbah Dasi segera diangkat penyakitnya oleh Allah SWT,” imbuh pria humanis.

Darni, putra satu-satunya Dasi mengucapkan terimakasih kepada Polsek Kalitidu dan terkait atas kepedulian terhadap orang tuannya.

“Terimakasih Pak Kapolsek Harjo, dan pihak kesehatan serta Pemdes Pilangsari atas budi baiknya. Semoga Allah SWT membalasnya dengan setimpal,” tandasnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Pilangsari, Deni Heliyanto, menyambut baik dan mendukung penuh atas kepedulian TNI dan Polri, utamanya Muspika Kalitidu terhadap Mbah Dasi.

“Kami sangat mendukung dan siap diajak koordinasi kapanpun demi kebaikan bersama,” pungkasnya.(hab.SGI).

Pandemi Belum Mereda Para Pendekar di Bojonegoro di Minta Tak Gelar Kegiatan Suroan

Bojonegoro.SGI. Tradisi Suroan biasa digelar dalam rangka menyambut 1 Muharram oleh perguruan pencak silat dengan menggelar Suro Aguang atau sasahan warga baru.

Polres Bojonegoro menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan beberapa pengurus pencak silat di Bojonegoro terkait pelaksanaan Suro Agung atau sahsahan warga baru. Rakor yang dipimpin oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia da diikuti para pejabat utama Polres Bojonegoro, Ketua PSHT Pusat Madiun Cabang Bojonegoro dan Ketua Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP), Wahyu Subakdiono, Ketua PSHW Sasmito, dan juga TNI serta Satpol PP, di Gedung, AP I Rawi Polres Bojonegoro, Jumat (6/8/2021).

Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia menjelaskan pihaknya mengundang ketua dan para pengurus PSHT, PSHW serta BKP. Rapat Koordinasi ini terkait tradisi Suroan dan Suran Agung yang biasanya diselenggarakan pada bulan Sura diputuskan di tunda pada 2021. Hal ini mengingat kondisi pandemi Covid-19 dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kita sampaikan rakor yang melibatkan TNI juga Satpol PP bahwa untuk kegiatan Suro Agung atau sasahan sementara ditunda,” ujar AKBP EG Pandia.

Hal itu, lanjut Pandia sesuai intruksi dari pengurus pusat mereka. Karena masih pandemi, ini kita juga masih zona merah. Menurut AKBP Pandia, Polres Bojonegoro akan melakukan MoU kepada ketua pencak silat masing-masing atau pernyataan bahwa mereka tidak akan melaksanakan (sasahan). Yang kedua, Polres Bojonegoro mengarahkan agar Ketua Cabang masing-masing untuk segera memberikan perintah atau petunjuk kepada pengurus di bawahnya ketua ranting-ranting agar tidak melaksanakan Suro Agung.

Kapolres mengajak mereka untuk bersama-sama mensosialisasikan protokol kesehatan dengan mentaati 5M, biar masyarakat itu juga patuh, bahwa Covid ini masih ada. Karena untuk menangani Covid-19 tidak cukup hanya tiga pilar, TNI-Polri, pemerintah daerah yang memutus Covid-19.

“Kita butuh kerja sama masyarakat semuanya. Kita butuh kesadaran masyarakat untuk memutus penyebaran Covid-19,” tegasnya.(hab.SGI).

Letkol Arh Arif Budi Cahyono Resmi Pimpin Kodim 0820 Probolinggo

PROBOLINGGO, – SGI – 06/08/2021 Letkol Inf Imam Wibowo resmi melepas jabatannya sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0820 Probolinggo. Kini, posisi tersebut diduduki oleh Letkol Arh Arif Budi Cahyono. Lepas sambut keduanya digelar di Makodim 0820, Jumat (6/8) pagi.


Nampak hadir Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Ketua DPRD Abdul Mujib, Kapolresta AKBP RM Jauhari, pimpinan forkopimda kota dan kabupaten Probolinggo.
Setelah Letkol Inf Imam Wibowo menjabat kurang lebih 3 tahun, sejak November 2018 sampai dengan Agustus 2021 tentu membekas di hati bagi Wali Kota Habib Hadi.

Menurutnya, dari awal pandemi Covid 19, dandim yang dikenal dengan sosok yang ramah, santun dan murah senyum itu begitu serius dan tulus dalam menangani COVID 19. “Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu dan sesuai dengan harapan kita, wilayah Kota Probolinggo aman dan tertib tidak ada gejolak-gejolak yang terjadi,” terang Habib Hadi dalam sambutannya.


Selamat datang di Kota Probolinggo, kita menjadi bagian keluarga besar. Tentunya kita perlunya diskusi, mencocokkan pemikiran dan langkah ke depan. Karena tidak mungkin hanya pemerintah saja yang melangkah dan berjalan sendiri-sendiri,” sambungnya.


Letkol ARH Arip Budi Cahyono lulusan Akmil 2002 sekaligus pria asli Ngawi itu menuturkan perlunya kerjasama antara dirinya dengan unsur forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, alim ulama untuk dapat membimbing dan memberikan arahannya. “Apabila ada sesuatu yang tidak pas terhadap pelaksanaan tugas kami, kami mohon diingatkan dan dijewer. Tujuan kami hanya satu, yaitu membantu untuk memajukan untuk kesejahteraan masyarakat Probolinggo,” ujar bapak dua orang anak itu.  (Har/SGI)

Kapolres Malang Kerahkan Relawan Covid 19 dari Kaum Millenial

MALANG.SGI. Kapolres Malang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bagoes Wibisono memberikan pengarahan kepada relawan Covid-19 dari kaum millenial di gedung Sanika Satyawada Mapolres Malang, Jumat (6/8/2021).

Bagoes mengatakan dengan hadirnya para relawan ini, Polri dan Dinas Kesehatan dapat terbantu dalam penginputan data saat pelaksanaan vaksinasi massal di Kabupaten Malang.

“Saya berterima kasih dengan adanya relawan, karena sangat membantu kita dalam percepatan vaksinasi di Kabupaten Malang,” kata Bagoes.

Bagoes mengungkapkan, penambahan jumlah relawan Ini sesuai dengan arahan Presiden RI Jokowi, guna mempercepat vaksinasi di seluruh Provinsi di Indonesia.

“Anak-anak milenial ini kita mintain tolong untuk bekerja membantu input data pada saat pelaksanaan vaksin, karena ini masa depan mereka juga,” ujar Bagoes.

Bagoes membeberkan, untuk relawan yang sudah terhimpun saat ini ada sekitar 148 orang, terdiri dari Mahasiswi Stikes, UMM dan juga dari relawan BLC.

“Mereka semua ikut serta, gotong royong, bahu-membahu dalam upaya penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang, ” tuturnya.

Bagoes menambahkan, target vaksinasi massal kedepanya adalah 6.000 dosis perhari bahkan bisa lebih sesuai kebutuhan.

“Kita targetkan enam ribu dosis vaksin. Nah, hari itu juga relawan ini kami kerahkan,” pungkas Bagoes.(ongko.SGI).

Kapolresta Sidoarjo Bagikan Bansos Sembako dan Bendera Merah Putih di Kampung Nelayan

Sidoarjo.SGI. semangat Dirgahayu Republik Indonesia ke-76, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro bersama pejabat utama dan Forkopimka Sedati mendatangi kampung nelayan di Desa Banjar Kemuning, Sedati, Sidoarjo, Kamis (5/8/2021) siang.

“Kami lihat langsung betapa besar animo masyarakat, seperti warga dan para nelayan di Desa Banjar Kemuning dalam menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-76. Melalui gerakan kibarkan bendera merah putih semangat nasionalisme mereka begitu tinggi meskipun di tengah situasi pandemi saat ini,” ujarnya.

Pada kesempatan ini pula, Kapolresta Sidoarjo membagikan bantuan sosial pemerintah 200 paket sembako secara door to door dan bendera merah putih bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19, yang ada di kampung nelayan Desa Banjar Kemuning, Sedati, Sidoarjo. “Pembagian bansos paket sembako dari pemerintah dan bendera merah putih ini adalah sebagai Bhakti Bhayangkara untuk Negeri, dengan semangat kemerdekaan kami wujudkan kepedulian kepada para nelayan di Desa Banjar Kemuning, dan warga terdampak pandemi Covid-19 yang ada di desa ini,” lanjutnya.

Ia juga mengajak warga Desa Banjar Kemuning, melalui semangat kemerdekaan untuk dapat bersama-sama mentaati peraturan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah terus semangat mematuhi protokol kesehatan agar pandemi segera teratasi.

Sementara Kepala Desa Banjar Kemuning M. Zainul Abidin, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah, TNI dan Polri yang berkenan membagikan bansos dan bendera merah putih ke warganya yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Dengan diterimanya bantuan ini, diharapkan menjadi pemompa semangat warganya yang kebanyakan sebagai nelayan di tengah menghadapi situasi pandemi sekarang.

Mengenai diterimanya bantuan paket sembako dan bendera merah putih dari Kapolresta Sidoarjo, Ahmad Rusdi, 43 tahun, Nelayan Desa Banjar Kemuning, mengatakan bantuan ini begitu bermanfaat baginya di tengah masa pandemi sekarang. “Meskipun situasi sekarang sedang susah merah putih tetap di dada kami, terima kasih senang juga mendapatkan bantuan paket sembako,” ucapnya.

Sumiati, 60 tahun, penjual kerang di Desa Banjar Kemuning, juga mengucapkan terima kasih atas diterimanya bantuan paket sembako. “Jualan agak susah semenjak adanya penyebaran Virus Corona. Alhamdulillah ini dapat bantuan sembako dan bendera merah putih, senang sekali dan sangat membantu,” katanya. (nur.SGI).

Tinjau Vaksinasi Massal KSPSI di Sumedang Kapolri,Kesehatan Buruh Terjaga Ekonomi Bertumbuh

JAKARTA.SGI. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di PT. Kahatex, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (5/8/2021).

Di hadapan buruh, Sigit menekankan soal pentingnya kesehatan menjadi prioritas untuk bergeraknya aktivitas dan roda perekonomian masyarakat, di tengah Pandemi Covid-19 saat ini. Oleh sebab itu, Sigit menyebut, sebagai salah satu penggerak ekonomi, buruh harus tetap sehat agar dijauhi dari paparan virus corona.

“Yang jelas, saya ingin bahwa kesehatan buruh tetap terjaga ekonomi tetap bertumbuh. Oleh karena itu dua-duanya harus bisa jalan,” kata Sigit dalam sambutannya.

Apalagi, kata Sigit, buruh dapat dikategorikan sebagai salah satu kelompok yang disebut pahlawan devisa bagi Indonesia. Khususnya, mereka yang bekerja terkait dengan bidang ekspor-impor.

Oleh sebab itu, menurut Kapolda Banten, Pemerintah dan stakeholder terkait bersama dengan buruh harus bersinergi untuk melakukan percepatan vaksinasi demi mewujudkan Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

“Percepatan vaksinasi khususnya bagi kawan-kawan kami buruh yang tergabung dalam KSPSI. Kami tahu buruh salah satu pahlawan devisa, karena dengan kekuatan ekspor selama ini yang dilakukan rekan-rekan. Karena itu kami memiliki kewajiban untuk menjaga agar kawan-kawan buruh semuanya selalu sehat,” ujar Sigit.

Guna melakukan akselerasi, Sigit menyebut, Pemerintah bakal mengerahkan 15.000 vaksin bagi buruh di Jawa Barat. Tujuannya agar segera terciptanya kesehatan yang kuat bagi buruh, sehingga roda perekonomian kembali berputar.

“Kegiatan vaksinasi kami turunkan 15 ribu vaksin. Dan kalau masih kurang bisa dikordinasikan kembali,” ucap Sigit.

Sementara itu, mantan Kabareskrim Polri ini menekankan, karena angka harian Covid-19 masih terbilang tinggi, buruh diharapkan untuk tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari.

“Walaupun melaksanakan vaksinasi namun demikian, tetap prokes, gunakan masker, setelah kegiatan vaksinasi. Sehingga bisa prokes dilaksanakan dan vaksinasi tentu kita galakan,” kata Sigit.

Dikesempatan yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi menyebut, untuk mengendalikan Pandemi Covid-19, vaksinasi menjadi salah strategi penanganannya. Selain, protokol kesehatan 3M dan penguatan 3T.

“Tiga hal ini penting karena varian yang ada di Indonesia adalah Delta yang penularannya lebih cepat,” ujar Hadi.

Selain vaksinasi, Panglima TNI dan Kapolri juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada buruh dan masyarakat untuk meringankan beban di tengah Pandemi Covid-19.(ongko.SGI).

Dua Anggota Dari Fraksi Nasdem DPRD Kab Tuban Turun ke Masyarakat Menyapa dan Berbagi

Tuban SGI . Dua Anggota Legislatif dari fraksi partai NasDem DPRD kab Tuban jawa Timur .Turun kemasyarakat guna Menyapa dan berbagi , Mendengarkan keluh kesah Masyarakat bawah dalam Menghadapi Pandemi Covid -19 yang sampai saat ini belum berakir.

Ke Dua Legislator tersebut Tidak lain yaitu H. Rasmani dan Fresly ke duanya dari Fraksi Partai NasDem DPRD Kab Tuban. Membagikan paket Telur dan Uang .Dalam pembagian Tidak hanya di bagikan melalui Relawan partai saja , Namun Mereka sendiri Turun ikut berbagi dalam bentuk Suka maupun duka .


Dari pantauan awak media “Suara Gegana Indonesia ” ,Masyarakat penerima Bantuan Menyambut dengan Gembira karena di saat seperti ini ada wakil Rakyat yang mau Turun ke masyarakat apalagi berbagi ,
seperti yang di sampaikan warga Latsari .

Rasmani juga mengajak masyarakat untuk tetap Mematuhi Protokol kesehatan(Prokes) dengan menerapkan 5M .
Dan mengedukasi warga agar bersedia di vaksinasi

Keterangan dari H.Rasmani saat di Temui di Rumah Inspirasi Partai NasDem di jl AKBP.M .Suroko .(2/8/21) Menyampaikan bahwa dana untuk pembelian 1 Ton Telur yang di bagikan ke masyarakat tersebut murni Uang dari gaji yang di sisihkan guna untuk berbagi untuk membantu sedikit beban masyarakat yang Terdampak Covid -19 dan Membantu Program Pemerintah dalam percepatan untuk memutus Rantai penyebaran virus Covid -19 .

Rasmani juga menambahkan bahwa mereka Turun ke Masyarakat bukan semata karena ingin mendapatkan dukungan suara , namun ini bentuk ke pedulian dan itu biasa mereka lakukan ,Tidak hanya di masa Suka apa lagi ini di masa duka pun di lakukan .Harapanya pandemi ini segera berakir sehingga aktifitas bisa kembali Normal serta .perekonomian berjalan baik “pungkasnya.

Tidak hanya di wilayah kota ,Sampai di desa desa kecamatan mereka lakukan . Masyarakat penerima bantuan bangga mempunyai wakil Rakyat Seperti H.Rasmani dan Fresly yang peduli kepada Rakyat seperti yang di sampakan warga Desa Tunggulrejo kec Singgahan( mar SGI)

Datangi Rumah Warga,Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Serahkan Bantuan Sembako

PROBOLINGGO, SGI – 04/08/2021 Penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 terus berlanjut hingga 9 Agustus 2021 mendatang. Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam masa pandemi Covid-19, terutama dengan adanya penerapan PPKM, sekaligus mengurangi beban masyarakat terdampak pandemi, Pemerintah Kota Probolinggo menyerahkan bantuan sosial (bansos) berupa uang dan sembako untuk masyarakat.


Kali ini, sasarannya adalah warga Kelurahan Kebonsari Kulon dan Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Kanigaran. Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin datang mengendarai sepeda motor, Rabu (4/8) pagi.


Wali kota menyerahkan bantuan sosial itu secara simbolis, di lokasi pertama, yakni Kelurahan Kebonsari Kulon. Bansos yang diberikan kepadasebanyak 2.044 orang.
Dalam kunjungannya, Wali Kota Habib Hadi menyampaikan, penyaluran bansos ini dilakukan secara bertahap, karena banyaknya jumlah penerima. Serta upaya meminimalisir adanya kerumunan warga, di tengah wabah pandemi.


“Memang harus bertahap, karena jumlah (penerima) –nya banyak. Untuk kelurahan Kebonsari Kulon ini jumlahnya dua ribu empat puluh empat yang menerima bantuan dari Pemkot Probolinggo, diluar penerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan, red), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai, red) dan BST (Bantuan Sosial Tunai, red). Bantuan ini berbeda dengan bantuan-bantuan lainnya, karena bergantung pada (anggaran) masing-masing daerah,” jelasnya.


Adapun mekanisme penyerahan bansos di Kelurahan Kebonsari Kulon ini, dilakukan secara bertahap selama 3 hari. Terhitung mulai hari ini. Dan untuk masyarakat yang belum menerima undangan bantuan, wali kota meminta untuk sedikit bersabar.


“Undangannya bisa jadi besok atau lusa. Karena jumlahnya yang banyak tadi, penyerahannya dibagi, per hari berapa orang demikian seterusnya, agar tidak berkerumun,” tegasnya.


Penyerahan bansos juga dilakukan dengan cara melakukan kunjungan door to door ke rumah warga. Hal ini dilakukan, khususnya bagi warga yang berusia lanjut atau sakit, sehingga tidak bisa datang langsung ke kelurahan.


Dalam kesempatan tersebut, wali kota menyerahkan bansos ke salah satu warga di Kelurahan Kebonsari Kulon, yang tengah sakit stroke. Wali kota membawa petugas medis untuk mengetahui kondisi kesehatannya agar bisa ditangani lebih lanjut.


Di lokasi kedua, Wali Kota Habib Hadi bergerak ke Kelurahan Sukoharjo. Disana, ia pun memimpin penyerahan bansos secara simbolis kepada warga yang tengah mengantre.


Dalam kunjungannya, Habib Hadi juga menekankan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan. Termasuk ketika ada anggota keluarga atau tetangga yang sakit, pro aktif untuk menghubungi tenaga kesehatan terdekat atau telepon Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112.


“Apabila ada warga yang sakit, segera hubungi ambulans siaga untuk dibawa ke rumah sakit, biar segera ditangani. Bisa juga melalui 112. Jangan menunggu sampai kondisinya parah atau terlambat,” serunya.
Wali kota berharap, bantuan yang diberikan bermanfaat dan bisa meringankan beban ekonomi masyarakat Kota Probolinggo yang terdampak pandemi Covid-19.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan, jangan dilihat (dari) besar kecil (nominal)-nya tapi lihatlah upaya yang dilakukan (Pemkot Probolinggo) untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat akibat pandemi covid 19 ini,” pintanya.


Habib Hadi juga mmengajak masyarakat untuk mendukung program vaksinasi. “Jangan takut vaksin, biar tetap sehat dan punya kekebalan tubuh. Saya sudah divaksin dua kali, TNI/Polri, Pegawai juga sudah (divaksin), nggak pa-pa. Diikuti saja, vaksinnya halal dan menyehatkan,” pungkasnya. (Har/SGI)

Kota Probolinggo Laksanakan Vaksinasi Bagi Remaja

PROBOLINGGO, SGI – 04/08/2021 Pemerintah Kota Probolinggo terus menggencarkan vaksinasi bagi masyarakat termasuk kalangan remaja usia 12-17 tahun guna membangun herd imunity atau kekebalan komunal di wilayah Kota Probolinggo untuk mencegah penularan virus covid-19. Bertempat di SMK Negeri 1, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin memantau pelaksanaan vaksinasi untuk remaja dengan target 1000 siswa, Rabu (4/8).


Pelaksanaan vaksin untuk remaja dilaksanakan selama 2 hari terhitung mulai hari ini tanggal 4 sampai dengan 5 Agustus 2021. Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Kesehatan P2KB melibatkan sekolah terkait untuk mengatur pembagian jadwal dan tempat agar tidak terjadi penumpukan dan kerumunan. Tata cara pemberian vaksin untuk remaja hampir sama dengan umum, mulai dari pendataan memasukkan data, kemudian skrining riwayat penyakit, penyuntikan vaksin, hingga observasi.


Sambil memantau pelaksanaan vaksinasi, Habib Hadi menyempatkan bertanya pada salah satu siswa. “Dengan adanya vaksin ini, apa takut atau bagaimana ?,” tanya orang nomor satu di kota mangga ini. Tampak siswa tersebut tersenyum dan tersipu. “Ya takut dan juga panik,” ujarnya.


“Walaupun sudah divaksin harus tetap memakai masker dan menjaga protokol kesehatan. Jika sudah berangsur landai kasus covid-19 ini dan telah divaksin semua, maka perlahan-lahan bisa dimulai untuk sekolah dengan tatap muka kembali secara bertahap pelan-pelan,” sambung wali kota.Habib Hadi meminta kepada Dinas Kesehatan ketika ada dropping vaksin untuk pelajar maka segera dilakukan.

Semua pelajar baik di tingkat SMP dan SMA nantinya akan divaksinasi secara bergilir,
“Jangan ada kekhawatiran dan ketakutan karena semua dijamin keamanannya. Insyaallah ini adalah upaya kita berikhtiar meningkatkan imun kita dalam menghadapi pandemi covid-19,” tutup Habib Hadi.


Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB Setiorini Sayekti ketika dikonfirmasi menjelaskan sasaran vaksinasi untuk usia 12 sampai dengan 17 tahun di Kota Probolinggo berjumlah sekitar 22.900 remaja. Pelaksanaan vaksinasi untuk remaja ini akan dilakukan secara bertahap sehingga sesuai dengan target dari pemerintah pusat bahwa vaksinasi untuk seluruh penduduk di Indonesia yang ditargetkan 70-80 persen untuk herd imunity sampai dengan 31 Desember 2021.


“Alokasi dropping vaksin di Kota Probolinggo akan menyesuaikan dengan alokasi dropping yang dikirim oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, sehingga semuanya berjalan pararel. Ketika mengerjakan yang remaja maka vaksin untuk usia 18 tahun ke atas tetap akan berjalan. Maka untuk program pertama yang berjalan selama 2 hari ini dengan sasaran siswa di SMKN 1 sejumlah 1000 remaja. Nantinya akan ada program berikutnya yang akan menyasar ke sekolah-sekolah lainnya termasuk SMP yang masuk di rentang usia 12-17 tahun,” terangnya.


Rini-panggilan akrabnya, juga mengungkapkan kegiatan ini dilakukan terpusat di sekolah walaupun kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring namun media komunikasi tetap berjalan sehingga kegiatan vaksinasi dapat dilaksanakan. Selain itu tata pelaksanaan pemberian vaksinasi untuk remaja tidak berbeda dengan umum hanya saja tetap membutuhkan persetujuan dari orang tua siswa.


“Tata laksana pemberian vaksin sama dan tidak jauh berbeda, namun membutuhkan persetujuan dari orang tua siswa melalui google form yang dikoordinir oleh sekolah. Sehingga ketika anak-anak ini divaksinasi, orang tua juga memahami manfaat dari vaksinasi. Bahkan sebelum divaksinasi para siswa dibekali materi atau informasi tentang manfaat vaksin dan keharusan dalam menjaga protokol kesehatan. Sehingga mereka paham apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah divaksin,” bebernya.


“Wali kota Probolinggo terus membangun komunikasi dengan Gubernur Jatim dan pemerintah pusat agar target pemerintah kota untuk herd imunity dapat segera tercapai. Kami tidak hanya diam menunggu saja, namun juga berupaya mempercepat datangnya dropping vaksin serta berjejaring dengan faskes-faskes sehingga ketika dropping datang dengan jumlah banyak maka seluruh faskes ini dapat bekerja sama melaksanakan vaksin,” jelas Rini, yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan ini.(Har/SGI)

Kapolres Lumajang Berikan Pelatihan Bhabinkamtibmas Penggunaan Aplikasi Silacak dan Inarisk

LUMAJANG.SGI. Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Silacak Kemenkes dan InaRISK kepada Tracer Digital Polres Lumajang.

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Silacak-Kemenkes Dan InaRISK Kepada Tracer Digital Polres Lumajang dilaksanakan di Ruang Eksekutif Polres Lumajang, Selasa (3/8/2021) malam.

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan dengan prokes ketat itu di ikuti oleh Bhabinkamtibmas Polsek Jajaran Polres Lumajang

Kegiatan tersebut dihadiri AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si, dan Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan Beorbel Martino, S.H., S.I.K., M.M.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta menjelaskan, bahwa Sosialiasi aplikasi Silacak bertujuan untuk mencari dan memantau kontak erat dari kasus yang konfirmasi Covid-19, sehingga memudahkan untuk menemukan data terkonfirmasi dengan cepat dan akurat sehingga dapat segera ditangani.

“Dengan adanya tracer tersebut akan memudahkan Bhabinkamtibmas dalam memantau orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi,” ucapnya, Rabu (4/8/2021).

Shinta menjelaskan, Untuk aplikasi inaRISK, digunakan untuk mendeteksi kadar gangguan Covid-19. Dengan diterapkannya kedua aplikasi tersebut, diharapkan dapat mempermudah petugas untuk melakukan proses tracing. Sehingga dapat menekan angka konfirmasi positif Covid-19 di suatu wilayah.

“Nanti di aplikasi inaRISK akan memberikan informasi apakah di daerah tersebut adalah zona merah, zona oranye, zona kuning, atau zona hijau. Sehingga aplikasi Silacak dan inaRISK ini saling melengkapi,” jelasnya

Ia menambahkan, aplikasi Silacak adalah program penguatan tracing dalam penanganan pandemi Covid-19 dan telah dilaksanakan di 51 Kabupaten/kota di 10 provinsi, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan Selatan.

“Sedangkan aplikasi InaRISK dibuat oleh BNPB guna melakukan penilaian mandiri terkait perlu atau tidaknya melakukan tes cepat (Rapid Test) Covid-19 dengan harapan rasio perbandingan yang telah ditetapkan oleh standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat maksimal.” ujarnya

Selain itu aplikasi penggunaan InaRISK juga bertujuan untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 dan menyusun strategi pelaksanaan program, kebijakan, serta kegiatan untuk mengurangi risiko bencana Virus Corona. InaRISK juga bisa digunakan untuk mengetahui risiko bencana alam yang akan terjadi disekitar, seperti banjir, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan gunung api, tanah longsor, tsunami, dan bencana multibahaya.

“Harapannya dengan adanya pelatihan sosialisasi dua aplikasi ini Bhabinkamtibmas dapat mengaplikasikan di lapangan dan segera berkoordinasi dengan empat pilar yang menggunakan dan menerapkan aplikasi ini, yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak kelurahan, dan bidan desa atau bidan kelurahan,” pungkas Shinta.(har.SGI).

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai