Jember.SGI. PP Miftahul Ulum Suren ( KH. Miftahul Arifin Hasan, S.Th. I ) melaksanakan vaksin peetama kali pada hari sabtu (11/09/2021 ) pada pukul 09.00 WIb sampai selesai.
Pelaksanaan vaksin ini di ikuti kurang lebih 250 orang Termasuk para santri dan masyarakat umum sekitar nya. Vaksin yang di gunakan adalah vaksin Astra zineca.Sebelom pelaksanaan vaksin , di adakan doa bersama yang di pimpin oleh Ketua MWC ( KH. Miftahul Arifin Hasan ,S, Th,I ).
Khairul Umam , S .Sy selaku Sekretaris MWC NU Ledokombo, ” menjelaskan tujuan di adakan vaksin, bahwa tujuan diadakan nya vaksinasi oleh MWC adalah , karena vaksinasi merupakan bentuk ikhtiar kita untuk menjaga kekebalan.
minimal kita sudah tidak perlu khawatir untuk bersilaturrahim dan beraktifitas secara kemanusiaan, karena selain HABLU MINALLAH kita juga punya tugas HABLU MINANNAS, ” jwlas nya dengan tegas.(een.SGI).
Forkopimda Jember bersama Keluarga Besar PP Assuniyah Kencong
Jember.SGI. Kunjungan Bupati Jember Bersama Forkopimda Jember ke Pondok Pesantren Assuniyah Jauhary Kencong terkait peninjauan pelaksanaan Vaksinasi Serentak dan juga meresmikan pembangunan Aula serba guna, Sabtu 11/09/2021.
Bupati Hendy menjelaskan pada hari ini ada sekitar 750 santri dipondok pesantren Assuniyah Jauhary melaksanakan vaksinasi dan ini merupakan program nasional dari pemerintah, untuk kegiatan VAKSINASI di jember sekitar 25 persen jadi masih cukup banyak kita akan terus meminta kepada ke pemprov jatim juga meminta bantuan dari TNI/ Polri.
Bupati juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi 5 M dan patuhi protokol Kesehatan karena virus Covid 19 ini masih ada sekalipun kita sudah di vaksin. dengan itu kita bisa memutus penyebaran Covid 19.himbau Bupati.
selain itu Bupati Hendy juga meresmikan masjid Corona yang ada di dalam lokasi Pondok pesantren Assuniyah Kencong, yang menurut Gus Ghonim pengasuh pondok bahwa masjid ini di bangun karena adanya virus Corona, atau di musim Corona.
selain masjid Corona juga akan dibangun gedung Aula serba guna dan BLK Informatika yang sangat bagus sekali dan ini akan diperlukan kedepannya.
Sementara itu Gus Ghonim mengatakan, saya sangat bersyukur sekali dengan adanya perhatian dari pemerintah ini merupakan salah satu bukti kepercayaan kita (masyarakat) kepada pemerintah, dan saya juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Bersama Rombongan yang berkenan meresmikan Masjid Corona ini.
sebab di situasi pandemi Covid 19 masjid ini bisa didirikan dan tidak lupa juga buat teman temen wartawan semoga Allah SWT melindungi kita semua,’ ujar Gus Ghonim.(ron.SGI).
SAMPANG.SGI. Shillabuddin Tiham selaku Kepala SMPN 1 Camplong menyayangkan adanya kekerasan terhadap siswa yang dilakukan oknum guru.
sejumlah wali murid mendatangi sekolah meminta agar perbuatan kekerasan oleh Oknum Guru SMPN 1 Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, tidak terulang lagi.
Pasalnya, kekerasan yang diterima para siswa tersebut terjadi karena mereka diduga membuat kegaduhan dalam kelas.
Tiba-tiba oknum guru melakukan pemukulan kepada para siswa hingga memar dan benjol di kepala.Hukuman yang tidak pantas dilakukan dilingkungan dunia pendidikan sekarang.
Tak hanya itu, para siswa pun dijemur di lapangan lingkungan sekolah.
Tak terima atas perlakuan itu, sejumlah orang tua siswa mendatangi pihak sekolah. Langkah tersebut dilakukan agar aksi pemukulan atau kekerasan dalam dunia pendidikan tidak terulang kembali.
Umar Faruq yang merupakan orang tua salah seorang korban, mengaku kaget saat putrinya dianiaya oleh oknum guru di sekolah hingga babak belur. Ia tak pernah menyangka oknum guru itu tega memukul anaknya sampai membengkak.
“Mungkin dia temperamen, karena bukan anak saya saja yang di pukul tapi ada sekitar 10 siswa. Guru kan digugu dan ditiru, masak seperti itu,” ujarnya saat mendatangi SMP Negeri I Camplong, Jumat (10/09/2021).
Dirinya mengetahui kejadian itu, ketika anak perempuannya pulang ke rumah dalam keadaan menangis. Setelah ditanya, diceritakan secara gamblang bahwa oknum guru di sekolahnya telah memukul dirinya.
“Putri saya awalnya tidak cerita, mungkin takut, tapi akhirnya dia ngaku jika sudah dipukul oleh gurunya,” imbuhnya.
Dirinya menyesalkan dengan terjadinya kasus pemukulan terhadap putrinya tersebut. Ia berharap, tindak kekerasan tak terjadi di sekolah lagi. Ia heran putrinya mendapat perlakukan seperti itu.
“Kami terpaksa mendatangi pihak sekolah karena kami jengkel. Sebab, oknum guru ini tidak hanya sekali main pukul siswanya. Ada sejumlah siswa yang juga pernah dipukulnya,” sesal Umar.
Diakhir pembicaraan, Umar pun meminta agar guru yang bersangkutan mengubah sikapnya kepada anaknya maupun siswa lain. Ia mengaku pemukulan yang dilakukan oknum guru itu jangan sampai kembali terjadi ke siswa lain.
Kepala sekolah menyampaikan ucapan terimakasih kepada para orang tua siswa yang sudah mendatangi sekolah untuk menyampaikan keluhan atas adanya aksi kekerasan yang menimpa anaknya.
“Baru sekarang kita tahu setelah adanya keluhan dari orang tua siswa, seharusnya persoalan itu kita harapkan siswa menginformasikan ke pihak sekolah,” tutur Shilabuddin.
Atas kejadian itu, dirinya mengimbau kepada seluruh guru untuk menjaga emosi dalam mengajar. Apabila ingin menghukum siswa, ia meminta agar guru memberikan hukuman dengan unsur mendidik dan bukan dengan kekerasan apalagi terhadap siswa perempuan.
“Tidak pantas seorang tenaga pendidik melakukan kekerasan terhadap anak didik, apalagi terhadap siswa perempuan,” kata Shilabuddin.
Menurutnya, pada pendidikan zaman sekarang tenaga pendidik sudah tidak dibenarkan lagi menerapkan kekerasan terhadap siswa, walaupun dengan maksud mendisiplinkan.
“Seorang guru harus memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya. Tidak diperbolehkan sang guru menggunakan cara-cara kekerasan dalam mendidik murid-muridnya,” sesal Shilabuddin.
Terkait sanksi apa yang akan diberikan kepada oknum guru tersebut, Shilabuddin mengaku masih akan merapatkan secara intens dengan pihak sekolah. Meski demikian, dia berharap kasus seperti ini tidak terulang lagi.
“Secepatnya kita akan lakukan pertemuan dengan guru bersangkutan untuk membahas persoalan ini,” tandas Shilabuddin.(pecut.SGI).
PROBOLINGGO.SGI. 11/09/2021. DPRD Kota Probolinggo menggelar rapat paripurna, Jum’at (10/9) malam dengan acara penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Probolinggo dengan DPRD Kota Probolinggo tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) P-APBD Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2021.
Rapat ini dilaksanakan berdasarkan ketentuan pasal 60 Peraturan DPRD Kota Probolinggo Nomor 1 Tahun 2019 Perubahan atas Peraturan DPRD Kota Probolinggo Tahun 2018 tentang tata tertib DPRD Kota Probolinggo, hasil pembahasan Badan Anggaran.
Sebelumnya pada 4 September 2021 dilakukan rapat Badan Musyawarah dan pada tanggal 6 September 2021 Badan Anggaran melaksanakan sosialisasi dengan segenap anggota DPRD Kota Probolinggo beserta eksekutif di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.
Selanjutnya, mengacu pada saran dan pendapat Badan Anggaran tersebut melalui rapat internal fraksi-fraksi tanggal 9 September 2021, masing-masing ketua fraksi untuk menyerahkan pendapat fraksinya.
Dipimpin langsung Ketua DPRD Abdul Mujib didampingi Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, Wakil Ketua I DPRD Haris Nasution, Wakil Ketua II DPRD Fernanda Zulkarnain, dan dihadiri pula para asisten, kepala PD serta 30 orang anggota dewan, rapat paripurna kali ini dinyatakan telah memenuhi forum dan terbuka untuk umum.
Heru Estiadi menyampaikan saran dan pendapat dari Badan Anggaran DPRD Kota Probolinggo bahwa pembahasan rancangan KUA dan PPAS P-APBD TA 2021 merupakan pedoman bagi Pemerintah Kota Probolinggo dalam rangka menyusun dan menetapkan APBD TA 2021 berdasarkan aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi kemampuan daerah, termasuk evaluasi kinerja tahun anggaran sebelumnya. “Hal ini menindaklanjuti amanat Permendagri Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021,” ungkapnya.
Setelah saran dan pendapat Heru dalam laporannya, ditindaklanjuti oleh Ketua DPRD Abdul Mujib yang menyatakan bahwa semua fraksi-fraksi DPRD Kota Probolinggo dapat menerima dan menyetujui penandatanganan nota kesepakatan antara Pemkot Probolinggo dengan DPRD Kota Probolinggo tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) P-APBD Kota Probolinggo TA 2021 ditandai dengan ketukan satu palu olehnya. (Har/SGI).
PROBOLINGGO.SGI. 10/09/2021 Laga final Kejuaraan Sepak Bola U-16 antar SSB (Sekolah Sepak Bola) Wali Kota Probolinggo Cup 2021 dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Kamis (9/9) di Stadion Bayuangga. Hasilnya, sore itu SSB Surya Muda unggul atas SSB Young Star Academy melalui adu penalti dengan skor akhir 3-1.
Kejuaraan yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke 662 Kota Probolinggo ini menggunakan aturan permainan 2×25 menit. Selain tim official kedua SSB, turut hadir memberikan dukungan antara lain Ketua Koni Kota Probolinggo Rahadian Juniardi, Ketua Asosiasi Kota PSSI Probolinggo Nasution, Kepala Dispopar Budi Krisyanto serta Plt Kepala Diskominfo Pujo Agung Satrio.
Setelah selebrasi kemenangan adu penalti, wali kota Probolinggo langsung turun bergabung ke lapangan untuk memberikan motivasi dan support bagi kedua tim yang bertanding.
“Pesan saya, kekalahan bukan berarti anda sudah tidak bisa untuk melakukan yang terbaik lagi, tapi ada kesempatan untuk memperbaiki sehingga bisa merebut kembali apa yang menjadi harapan kita semua dan juga yang sudah juara satu jangan terlena, karena bola ini bundar belum tentu tahun depan anda bisa mempertahankan, maka dari itu berusahalah latihan,” pesan Habib Hadi.
Sementara itu, dari hasil kejuaraan U-16 antar SSB ini, Wali Kota Habib Hadi menyadari bahwa potensi bibit atlet sepak bola di Kota Probolinggo sangat luar biasa. “Karena kami lihat potensi-potensi di Kota Probolinggo bagi anak-anak muda ini luar biasa, maka dari itu kami ingin melibatkan Perangkat Daerah terkait untuk membuat kegiatan-kegiatan, lomba-lomba antar sekolahan sehingga bisa memunculkan bibit-bibit yang mana nantinya bisa menjadi kebanggaan Kota Probolinggo di persepakbolaan ini,” harap wali kota.
Senada dengan wali kota, Ketua Koni Kota Probolinggo Rahadian Juniardi pun juga mengapresiasi hasil kejuaraan ini sekaligus sebagai ajang pembuktian bahwa Kota Probolinggo memiliki potensi atlet sepak bola yang berbakat.
“Jadi itu membuktikan bahwa di Kota Probolinggo banyak potensi-potensi atlet khususnya sepak bola ini ya pemain-pemain bolanya sudah cukup bagus, ini lama tidak kompetisi, sekali ini diadakan kompetisi ternyata hasilnya juga memuaskan, di luar ekspektasi saya, lebih dari ekspektasi saya, mudah mudahan kedepannya semakin meningkat, semakin bagus” terang Dodik sapaan akrabnya.
Sebagai organisasi pembina sepak bola, Ketua Askot PSSI Probolinggo Haris Nasution juga menyampaikan penghargaan kepada Koni Kota Probolinggo atas dukungannya terhadap pembibitan atlet sepak bola di Kota Probolinggo.
“Pertama saya terima kasih kepada induk organisasi olahraga semua cabang yaitu Koni (Kota Probolinggo) dengan ide yang bagus meskipun pandemi Koni menyelenggarakan ini, PSSI sangat berterima kasih sehingga banyak bibit-bibit yang muncul yang tadinya terpendam,” terang Cak Yon, panggilan Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo ini.
Kejuaraan sepak bola U-16 ini diikuti oleh 6 SSB yang dibagi dalam dua grup. Selain kedua tim SSB yang masuk ke laga final, 4 peserta lainnya yakni SSB Super Kids, Gelora Muda, Surya Putra STI dan Scorpion
Juara pertama kompetisi ini mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 2.500.000 dan juara kedua Rp 2.000.000. Sementara juara tiga memperoleh Rp 1.500.000 yang diraih oleh SSB Super Kids. (Har/SGI).
Banyuwangi.SGI. Kabupaten Banyuwangi sempat diterjang puting beliung dan angin kencang yang mengakibatkan beberapa rumah warga di Desa Bagorejo Kecamatan Bangorejo mengalami kerusakan ringan terutama atap.
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi dan para pejabat utama membagikan bantuan berupa paket Sembako ke rumah-rumah warga yang terdampak puting beliung di Desa Bagorejo.
Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu yang memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan bahwa hal ini merupakan bentuk kepedulian kepedulian dan semangat berbagi untuk masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan ke masyarakat, bahwa Polri peduli dan tanggap bencana sangat kuat,” terang AKBP Nasrun kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).
Peduli dan tanggap bencana, kata Kapolresta Banyuwangi memudahkan koordinasi dan pelayanan bantuan saat ada situasi darurat akibat bencana cuaca ekstrem.
“Peduli dan tanggap terhadap situasi dan kondisi masyarakat, menghadapi musim pancaroba yang memungkinkan terjadi bencana angin kencang, banjir dan tanah longsor di berbagai titik di wilayah hukum Polresta Banyuwangi,” lanjut AKBP Nasrun.
Kapolresta berharap kesiagaan bencana dari semua pihak, dengan demikian diharapkan penanganan kebencanaan bisa terpadu, cepat dan mampu memberikan bantuan secara terukur.
Kades Bangorejo Suyadi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolresta Banyuwangi atas perhatian dan bantuanya kepada warganya yang mengalami musibah angin puting beliung dan berdoa tidak ada bencana lagi kedepanya.(dim.SGI).
Magetan.SGI. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, melakukan pengecekan vaksinasi di lokasi tempat wisata Telaga Sarangan Magetan, pada Kamis (9/9/2021). Sebanyak 1200 dosis vaksinasi dari Polda Jatim, telah didistribusikan untuk Kabupaten Magetan. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam membentuk herd immunity di Jawa Timur.
Hari ini di Kabupaten Magetan ada tiga titik vaksinasi, dengan target 1200 dosis yang dibagi di tiga kecamatan, diantaranya, Kecamatan Barat sebanyak 200 dosis, Kecamatan Kawedanan 200 dosis, dan Kecamatan Sarangan sebanyak 800 dosis.
Dalam pelaksanaannya, Kapolres Magetan bekerja sama dengan Bupati dan Dandim, untuk mensukseskan pelaksanaan serbuan vaksinasi ini.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, kedatangannya bersama Irdam V/Brawijaya yang mewakili Pangdam di tempat vaksinasi ini dalam rangka mendukung, dan mendorong setiap kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di wilayah Jawa Timur.
“Kami dari jajaran Polda Jatim didukung oleh Kodam Brawijaya serta Pemprov merencanakan hari ini 25.000 vaksinasi di seluruh Jatim dan kebetulan kami sekarang melakukan pengecekan di Magetan yang dilaksanakan dengan jumlah 1200,” paparnya,
Lebih lanjut Kapolda menyampaikan, serbuan vaksinasi di tempat wisata Telaga Sarangan ini, untuk menyiapkan daerah wisata, khususnya di Telaga Sarangan ini. Selain itu, Kapolda juga menyampaikan bahwa daerah ini sudah turun level ke level 3.
“Saya dengar tadi dari data terakhir Kemenkes, baik Ponorogo maupun Magetan turun level, dari level 4 menjadi level 3,” ujar Kapolda Jatim usai melakukan pengecekan vaksinasi.
“Sore ini Kami akan melaksanakan rapat koordinasi juga, untuk meningkatkan tracing dan testing serta bagaimana pelaksanaan treatment, sehingga orang nanti yang terkena bisa dirawat dengan baik dan koordinasi antara petugas lapangan yang melakukan tracing testing dan perawatan di rumah sakit serta obat-obatan yang diberikan itu bisa berjalan baik,” tandasnya didampingi Pejabat Utama Polda Jatim.
Kapolda juga menghimbau dan memohon kepada masyarakat, meskipun sudah divaksin harap tetap jaga protokol kesehatan.
“Ingat kejadian di Amerika, kejadian di Eropa, mereka sudah divaksin hampir 80% dengan vaksin yang kedua. Kita sebagian ada vaksin pertama, ada yang vaksin kedua. Di negara luar sudah divaksin kedua pun karena lengah mereka lepas masker, sekarang angkanya melonjak,” Imbaunya.
“Nah untuk itu, saya mohon, saya harap, masyarakat Jawa Timur khususnya di Magetan ini, ayo rek tetap jaga protokol kesehatan,” ajak Kapolda.
Tak lupa Irjen Pol Nico Afinta juga mengucapkan terima kasih kepada panitia, kepada tenaga kesehatan, dan terlebih lagi kepada masyarakat yang mau datang dan mau dirinya divaksin dengan kesadaran yang tinggi.
“Saya harap ini bisa menyebar ke mana-mana, keinginan masyarakat datang ke tempat vaksinasi. Karena ini untuk kita bersama,” ucapnya.
“Kami menerima vaksin berdasarkan pembagian dari Menteri Kesehatan dan Dinas Kesehatan. Sampai sekarang kami mendapatkan 1.5 juta vaksin, dan sudah dipakai 1.4, jadi masih sisa 100.000, dan ini kami akan habiskan rata-rata tiap hari 25000 sampai 45000, tergantung dari pada situasi dan kondisi. Artinya kalau misalkan ada masyarakat yang membutuhkan, kemudian sudah ada perencanaan yang kami laksanakan,” jelasnya Irjen Pol Nico Afinta.
Kapolda menambahkan. Hari ini telah dilaksanakan vaksinasi sebanyak 1200 dosis di Kabupaten Magetan, dan 25000 di seluruh Jawa Timur.
“Harapannya kami akan habiskan dalam waktu 4 hari ini, dan kami sudah mendengar ada vaksin yang akan datang, sekitar 2,1 juta yang sudah ada di Dinas Kesehatan, itu akan dibagikan ke seluruh wilayah,” pungkasnya Jenderal Bintang dua ini.(ongko.SGI).
Banyuwangi.SGI. Banyuwangi mulai mempersiapkan uji coba pembukaan sector pariwisata demi membangkitkan ekonomi yang sebelumnya berimbas pada PPKM level 4. Wisata di Kabupaten Banyuwangi terimbas besar akibat aturan tersebut dan beberapa tempat usaha wisata nyaris gulung tikar.
Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah mempersiapkan pembukaan tempat wisata di wilayahnya menyusul adanya relaksasi dan kelonggaran dalam penerapan PPKM. ”Wisata yang akan dibuka nantinya harus melakukan asesmen terlebih dahulu,” kata AKBP Nasrun pada Kamis (9/9/2021).
Menurut dia, pembukaan tempat wisata di wilayahnya akan dilakukan secara bertahap dan harus sudah siap dan memenuhi syarat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. ”Destinasi yang akan dimulai uji coba seperti Pulau Merah, Boom, AWT dan lainnya itu nanti yang akan kita coba,” ujarnya.
Kapolresta berharap relaksasi pada sektor-sektor tertentu dapat membantu para pelaku usaha dalam hal kebangkitan ekonomi dan Kabupaten Banyuwangi dapat kembali turun dari level 2. ”Relaksasi ini mohon dijalankan dengan penuh tanggung jawab, aspek-aspek protokol kesehatan yang telah ditentukan harus diterapkan,” ujarnya. Seperti diketahui Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali pada tanggal 7-13 September 2021. Kegiatan operasi di pusat perbelanjaan sampai tempat wisata akan dibuka atau diperluas dengan tetap mengikuti protokol kesehatan (Prokes).
Selain itu, juga akan dilakukan uji coba pembukaan tempat wisata di kota dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan implementasi platform PeduliLindungi. (Dim.SGI).
Jember.SGI. Kunjungan Bupati Jember, H Hendy Siswanto bersama Forkompinda Jember ke PT semen imasco asitic yang berlogo singa merah bertempat di Kecamatan Puger Kabupaten Jember ,pada hari rabo (08/09/2021)
Agenda singkat ini adalah Bupati Jember secara langsung melihat kegiatan pabrik semen dengan tujuan agar ke depan nya pihak Pemkab Jember bisa membantu mengenalkan / membomingkan produksi semen berlogo singa merah kepada masyarakat Jember pada khusus nya, serta nasional.
Pihak forkompinda juga melakukan koordinasi dengan managemen pabrik guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ).
PT Imasco ini ,saya baru tahu ,jika sudah berinvestasi sebesar 4 triliun rupiah. Di dalam pemaparan tadi, Pemkab Jember akan bersinergi untuk meningkatkan pemasaran dengan tujuan agar PAD KabupatenJember semakin meningkat, ” kata bupati
Selain itu PT Imaaco sendiri kedepan nya mentargetkan investasi sebesar 5 triliun rupiah , ” lanjut bupati
Investasi yang cukup luar biasa dengan target produksi semen 3 juta ton pertahun, pada mei 2020 dan ini moment Pemkab untuk meningkatkan PAD agar ke depan nya Jember bisa maju bersama sama di lintas sektoral , ” imbuh bupati Jember.
” Kita sambut baek kedatangan jajaran Forkompinda Jember , Kami akan berkoordinasi dengan Bupati untuk menentukan langkah nya yang akan di gunakan meningkatkan PAD dan selanjut nya untuk masalah pemasaran produksi semen akan di bahas secara detail dalam waktu dekat , ” jelas Fendy selaku manager Humas PT Imasco Asiatic.
Dan untuk brand nya , Kami Kami akan menata pelan pelan , dan untuk tenaga asing ada 54 orang , ” tutup Fendy.(een.SGI).
Jember, SGI Melihat RPJMD yang menyatakan bahwa tidak dapat menghapus masalah pertambangan di Kabupaten Jember, menimbulkan sedikit pertanyaan yang cukup serius. Terutama berkaitan dengan rencana tata ruang yang mereka berencana membuka kawasan pesisir selatan sebagai kawasan investasi besar, sejalan dengan adanya jalur lintas selatan yang baru saja dibangun.
KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) sendiri sebagaimana amanat dari UU PPLH No 32 Tahun 2009, pada pasal 15 mengatakan jika keberadaan KLHS adalah untuk pencegahan, meski di awal dikatakan akan digunakan sebagai bahan yang menjadi patokan pengintegrasian pembangunan berkelanjutan. Lebih jauh, KLHS harus melihat daya dukung, dampak, kinerja jasa lingkungan dan efisiensi. Sehingga KLHS untuk perencanaan ruang di Kabupaten Jember harus melihat dan menimbang faktor ruang dan kerawanan wilayahnya.
Apalagi wilayah pesisir merupakan suatu kawasan lindung yang wajib dijaga keberlanjutannya, menurut UU No 27 Tahun 2007 kawasan pesisir harus dilindungi keberadannya, apalagi pada kawasan rawan bencana seperti di pesisir selatan Jember, maka secara ruang harusnya tidak membuka ruang ekonomi yang bertumpu pada perubahan permukaan dan kondisi kawasan.
KLHS sendiri sifatnya harus terbuka dan dibuka untuk publik, tidak sekedar mensosialisasikannya, tetapi benar-benar menimbang suara-suara bawah, sehingga kajian tersebut bukan bersifat atas ke bawah tapi bawah ke atas dengan penekanan pada prinsip partisipatif dan kehati-hatian. Karena berkaitan dengan masa depan wilayah dan masyarakat yang terdampak. Ini berkaitan dengan hak dasar manusia yang terangkum dalam pasal 28 UUD NRI baik hak partisipasi, hak hidup dan hak mempertahankan kawasan secara lokalitas.
Mengingat dan menimbang pada sosialisasi KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) yang di dalamnya mencakup pembukaan kawasan pesisir selatan Jember dan beberapa wilayah untuk eksploitasi ekstraktif, terutama wacana digelontorkannya KEK Getem dan aneka tambang baik sepanjang pesisir hingga kawasan karst di pesisir selatan Jember untuk ektraktivisme.
Merupakan langkah yang sembrono dan tidak melihat kondisi wilayah, mengaburkan prinsip kehati-hatian dan empirisme yakni berbasis fakta yang ada. Lalu, kebijakan hanya dibuat oleh segelintir orang tanpa mendengarkan dan melibatkan masyarakat di bawah.
Rencana eksploitasi dan pembangunan Kawasan Ekonimi Khusus (KEK) GETEM ini masuk dalam program prioritas pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang diklaim akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Jember, tetapi biaya yang harus dibayar ketika terjadi kerusakan dan bencana potensi hilangnya ekonomi akan lebih besar.
Apalagi kawasan bencana benar-benar menambah kerentanan wilayah. Padahal ada alternatif ekonomi berbasis jasa lingkungan yang lebih ramah lingkungan dan langsung menyasar ekonomi masyarakat. Seperti budidaya tanaman buah, penguatan potensi lokal khususnya untuk petani dan petambak rakyat tradisional, hingga ekowisata.
Ditambah telah sepakatnya para tokoh dan kyai yg sempat diundang DPRD dan menyatakan penolakannya atas rencana pertambangan di jember terutama di Silo dan kencong. Dalam Point-4 misi Bupati, menjaga Keberlangsungan Lingkungan menjadi koridor utama dalam melakukan kegiatan ekonomi.
Keberlangsungan Lingkungan dalam persepsi umum adalah mempertahankan kestabilan ekosistem hayati yang didahului dengan menjaga dan menghindari segala bentuk kegiatan eksploitasi dan eksplorasi sumberdaya alam, baik yang bersifat ekstraksi maupun yang harus dikelola lebih lanjut untuk meningkatkan nilai tambah. Dampak Penambangan, meskipun telah dilakukan kajian mendalam dan dengan dipersiapkan segala bentuk program rehabilitasinya, dalam jangka panjang, tetap akan merubah kondisi ideal ekosistem yang ada.
Oleh karena itu, demi menjaga kelestarian lingkungan untuk kemaslahatan anak cucu, dan sesuai dengan misi Bupati pada point 4, Kami mendorong agar RPJMD direvisi dengan tetap mengedepankan pelestarian lingkungan dalam berimprovisasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kab. Jember yang berujung pada pendapatan per kapita.
Atas kondisi dan paparan di atas, kami ingin menyampaikan pandangan kami, bahwa rencana KLHS, penyunan RPJMD hingga perubahan tata ruang hanya akan membawa petaka daripada manfaat dikemudian hari.
Safa Ismail selaku ketua LBH PETA Jember menyampaikan pernyataan sikap sebagai Berikut :
Meminta kepada Pemkab Jember untuk menghentikan KLHS dan Perubahan Perda RTRW yang eksploitatif.
Meminta kepada Pemkab Jember untuk berkomitmen dalam menyelamatkan pesisir selatan dengan membuat KLHS dan Perubahan Perda RTRW yang berbasis penyelamatan kawasan pesisir selatan Jember.
Mendorong Pemerintah Jember untuk membatalkan rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Getem dalam program prioritas pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Pemkab Jember harus menjadi rumah bagi rakyat dengan melibatkan semua elemen untuk memikirkan masa depan Jember yang lebih berkelanjutan.
Mengajak seluruh elemen masyarakat Jember untuk membela pesisir selatan dan bergerak menyelamatkan masa depan generasi yang akan datang.
Disamping uraian diatas kami LBH PETA Jember menolak rencana penambangan yg merusak dan mengeksploitasi sumber daya alam yg mengganggu eko sistem alam yang ada seperti di Silo dan Kencong, karena selain alam yang rusak, efek sosialnya juga terlalu besar jika dipaksakan Tegas Safa Ismail SH,sebagai ketua LBH PETA.(een.SGI).