JEMBER.SGI.02/04/2021. Keseriusan pemerintah Kab.Jember dalam menangani dampak penyebaran virus Corona( COVIT19), dimulai dari pemberian VAKSINASI hingga pelarangan mudik lebaran 1442 dengan berbagai strategi pengawalan hingga sanksi bagi yang melanggar.
Hal ini dilakukan bukan tanpa sebab dan tujuan, ini merupakan keseriusan pemerintah Kabupaten Jember dalam menangani dampak penyebaran COVIT19 seperti yang di sampaikan oleh Bupati H.Hendy Siswanto minggu 02/04/2021.
Menurut perkembangan yang terjadi di Negara tetangga, seperti yang terjadi di India, yang sekarang pemerintahnya kewalahan akibat COVIT19 yang tidak terkendali, bahkan sampai di temukan virus baru yang lebih ganas dari mutasi virus SARS COV 2.
Menurut pakar, kondisi liar COVIT19 di India akibat pemerintah dan rakyat nya lengah, mengganggap COVIT19 bukanlah ancaman, Protokol Kesehatan hanya angin lalu, prinsip 5 M diangap sepele, jutaan orang datang ke pertemuan keagamaan tanpa memperhatikan PROKES.
Presiden RI Joko Widodo bersikeras melarang Mudik, pulang kampung identik dengan mobilisasi tinggi dengan tingkat kerumunan yang tak terhindarkan, kalau sudah begitu dalam situasi plesir, PROKES memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Pemerintah Daerah dari tingkat Provinsi sampai Kabupaten di wajibkan untuk mengawal kebijakan yang digariskan oleh Pemerintah Pusat, tujuannya sekali lagi demi rakyat indonesia selamat tidak berakhir seperti Negara India.
Bupati H.HENDY Siswanto selaku ketua gugus tugas COVIT19 Kabupaten Jember segera mengambil tindakan bersama Team, dengan melarang Mudik tidak hanya seruan, PROKES 5M digalakkan secara ketat memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mencegah kerumunan dan membatasi mobilisasi, Rasia masker dilakukan di tempat umum hingga melakukan tracing juga mengawal pintu masuk bagi pendatang.
Bupati menambahkan, semua pihak tidak boleh lengah di Kabupaten Jember ada Kecamatan yang tadinya sudah zona hijau berubah menjadi zona kuning juga ada lagi 17 kasus baru tersebar di sejumlah kecamatan itu sebelum Mudik, maka kita patuhi larangan Mudik dan tak bisa di tawar lagi PROKES 5M, kita tidak mau Kabupaten Jember kembali zona merah,” ujar Bupati Hendy.(ron.SGI).




















