IJTI Jember Inisiasi Training OF Mobile Journalism di Polres Jember.

Jember.SGI. Polres Jember gandeng IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) Tapal Kuda Jember menggelar kegiatan kursus singkat Mobile Journalism (Mojo) untuk meningkatkan kemampuan dalam pengambilan video jurnalistik khususnya anggota Polres Jember di Rupatama Polres Jember. Minggu (13/06) 2021.

Waka Polres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika, SH, SIK, MH membuka Training Of Mobile Journalism di ruang Rupatama Polres Jember sedangkan pesertanya melibatkan perwakilan anggota Satfung di lingkungan Polres Jember.

Sementara informasi yang berhasil dihimpun, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin, SIK, MH mengatakan, “Kegiatan Training Of Mobile Jurnalism ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam teknik pengambilan video jurnalistik khususnya terkait penggunaan telepon pintar yang hari ini telah menjadi satu kebutuhan penting setiap orang,” kata Kapolres.

Sebagai pemateri Training Of Mobile Journalism dari IJTI (Indonesia Jurnalis Televisi Indonesia) Jember seperti Imron Fahmi (Kabiro Kompas TV), Kumbang Ari (Koresponden Metro TV), Rizky Ramadhan (Head Of News Editor  KJTV) mereka adalah orang-orang ahli dan berpengalaman dibidangnya.

Pembahasan dalam Training Of Mobile Journalism ini bertemakan teknik pengambilan video jurnalistik antara lain, profesi video journalist, profesi mobile journalist, video journalist bagian dari old media, video journalist bagian dari new media, peralatan yang dibutuhkan, resolusi/ dimensi Video, aspect ratio dan lain sebagainya.

Seperti yang telah disampaikan oleh Waka Polres Jember, “Dalam hal pengambilan video membutuhkan tehnik yang benar karena untuk membuat suatu hasil yang sempurna, membutuhkan latihan yang benar-benar ulet dan bisa menjiwai,” ujar Kompol Kadek.

“Training Of Mobile Jurnalism untuk meningkatkan kemampuan anggota Polres Jember dengan mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman sekarang,” pungkasnya.

Di bagian lain, Ketua IJTI Tapal Kuda Jember Tommy Iskandar menyebutkan
kata Jurnalis sudah tidak asing lagi dan dengan training of mobile jurnalism menjadi ruang bagi publik untuk mendapatkan kembali nilai jurnalisme khususnya anggota Polres Jember.

“Jurnalisme kini bukan cuma milik jurnalis seutuhnya apalagi dikaitkan dengan loncatan digital lewat telepon pintar dan media sosial serta internet membuat jurnalisme kini milik setiap orang,” kata Tommy.(ron.SGI).

Tingkatkan Perekonomian Masyarakat,Pemkab Jember Bekerjasama Dengan OK OCE.

SGI.12/06/2021. Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat Pemerintah Kabupaten Jember berupaya menjalin kerjasama dengan OK OCE, untuk memaksimalkan potensi Pariwisata dan Ekonomi kreatif,bertempat di Kota Mojokerto dan diikuti oleh jajaran Kepala OPD Pemkab Jember secara daring, Sabtu 12/06/2021.

Hadir dalam acara luring di Kota Mojokerto yaitu, Bupati Jember Ir.H.Hendy Siswanto, Ketua OK OCE SYAM Pusat Reny Widya Lestari, Ketua OK OCE Indonesia Lim Rusyamsi bersama jajaran dari Pemkab Jember dan OK OCE Indonesia.

Untuk yang ikut secara daring diantaranya, Sekretaris Daerah (Sekda)Kabupaten Jember Ir.Mirfano, Asisten dan beberapa Kepala OPD Jember terkait, Menteri Parekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno, Sekretaris Deputi 7 Kemenparekraf RI, serta Deputi Ekonomi Kreatif Kemenparekraf RI.

Dalam sambutannya Bupati Hendy menyampaikan, ada 647.000 UMKM yang ada di Kabupaten Jember di Provinsi Jawa Timur, selain itu Bupati juga menyampaikan beberapa prospek dan potensi baik sektor Pariwisata dan UMKM kepada Tim OK OCE, Pokoknya lengkap potensinya di Jember ini, tentunya saya berharap dapat bimbingan dan arahan dari OK OCE Indonesia, kata Bupati Hendy.

Bupati juga menambahkan, kabupaten jember dianugerahi demografi yang sangat besar dengan jumlah penduduk 2,5 juta jiwa, sementara itu ketua OK OCE Indonesia Lim Rusyamsi menyampaikan apresiasi atas kerjasama ini,bahwa OK OCE siap mendukung Kabupaten Jember untuk membangkitkan perekonomian kedepan.

Kami akan menjalankan kerjasama ini dengan baik berdasarkan pengalaman kami, kami Fokus untuk meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan dengan berwirausaha memaksimalkan UMKM yang ada dan akan kami dampingi agar para pelaku UMKM itu bisa naik kelas,” ujar Lim Rusyamsi.

Menteri Parekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno juga menyampaikan, ada beberapa data dari 17 Sub sektor ekonomi kreatif sudah menyumbang Rp.1,100 Triliun pada pemasukan Negara, dan kami melihat pandemi Covid 19 ini memaksa kita untuk meningkatkan kemampuan dan terobosan juga keahlian teknologi begitupun dengan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga.

Sandi menyambut baik dan mendukung kerjasama ini untuk mensejahterakan masyarakat Jember, saya sangat percaya kepada Bupati Jember Ir.H.Hendy Siswanto yang merupakan sosok pemimpin memiliki inovasi, kreativitas yang sangat tinggi bisa memimpin Jember lebih maju kedepannya,” pungkas Sandiaga.(ron.SGI).

Sinergitas dan Kekompakan Forkopimda dalam menghadapi Covid 19 di Bangkalan

SGI.Sinergitas dan kekompakan Forkopimda Jawa Timur yaitu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta begitu terlihat dalam menghadapi pandemi covid-19 di jawa timur dan khususnya di Kabupaten Bangkalan.

Hal ini terbukti dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan beberapa waktu ini seperti mengunjungi pelaksanaan vaksinasi, pembagian masker dan sembako sambil memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penerapan Protokol Kesehatan dengan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas), pelaksanaan program 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dan rapat kordinasi guna menemukan solusi bersama.

Selain itu, upaya mitigasi yang dilakukan Forkopimda Jatim berkolaborai dengan Forkopimda Kabupaten Bangkalan serta kota Surabaya dalam melakukan penyekatan diperbatasan baik sebelum maupun sesudah Jembatan Suramadu.

Kendati demikian, upaya-upaya yang dilakukan oleh Forkopimda Jawa Timur dalam penanganan pandemi covid19 di jawa timur khususnya di Kabupaten Bangkalan tidaklah dapat berjalan maksimal dalam menekan laju pertambahan angka aktif covid-19 bila tidak dibantu oleh kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes 5M, pelaksanaan swab untuk mendeteksi diri dari penularan Covid-19 dan program vaksinasi.

Untuk itu dari Forkopimda Jawa timur berharap masyarakat Jawa timur pada umumnya dan khususnya warga Bangkalan mengikuti himbauan pemerintah maupun tokoh agama dan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin menerapkan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas) dan bersedia menjalankan program 3T (Testing, Tracing dan Treatment) sehingga kita dapat memutus mata rantai Covid-19 di Jawa Timur dan perekonomian dapat kembali bangkit.(ongko.SGI).

Salah satu Bakal Calon Kades Desa Paseban menuntut Keadilan,ada apa dengan Panitia Pilkades?


Jember.SGI. Merasa didzolimi oknum Panitia seorang Bakal Calon Pilihan Kepala Desa di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, mengadu ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mendapatkan keadilan.
Titis Ika Widiati Paskarimi (39) memohon Pendampingan Hukum kepada LSM Satya Galang Indonesia (SGI) untuk menemukan kebenaran yang seadil-adilnya.

“Saya sejak awal pendaftaran merasa di diskriminasi. Ketika persyaratan saya tidak memenuhi aturan yang berlaku, kenapa ketika saya mendaftar kok diterima. Padahal sejauh yang saya tahu, kekurangan berkas bisa disusulkan kemudian,” tutur Titis saat di konfirmasi di rumahnya pada Kamis malam 10/06/2021.

Dalam keterangan selanjutnya Titis mengatakan bahwa Panitia Pilkades di desanya, selalu mendasarkan semua keputusan yang diambil dengan mengatas namakan bahwa semua keputusan sudah berdasarkan Perbub Nomor 37 Tahun 2021.

Keganjilan semua tindakan Panitia, sudah dirasakan ketika ada surat edaran terkait mundurnya jam penutupan waktu pendaftaran yang semula ditutup pada jam 14.00 wib dirubah menjadi jam 24.00 wib 04/06/2021. Namun untuk menutupi semua keganjilan tersebut, panitia akhirnya sepakat untuk menunda waktu penutupan pendaftaran hingga Senin pagi 07/06/2021 jam 08.00 wib.

Surat Edaran yang dikeluarkan oleh panitia itu dinilai maladministrasi, karena edaran tersebut dilakukan oleh ketua panitia, tanpa di musyawarahkan terlebih dulu dengan anggota panitia yang lain. Selain itu, anehnya, dari awal pendaftaran hingga hari verifikasi, panitia sama sekali tidak menerbitkan Tata Tertib yang bisa dijadikan payung hukum dalam mengatur semua kebijakan yang akan diambil di Pilkades.

Ustadul Gufron, Ketua Panitia penyelenggara Pilkades, saat dikonfirmasi di kantor desa setempat pada Jumat pagi 11/06/2021, membantah semua tudingan yang di keluarkan oleh salah satu balonnya.

“Apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan Perbub yang ada. Pada waktu pendaftaran, balon yang dimaksud memang tidak bisa menunjukan persyaratan yang sudah ditentukan,” ungkap Gufron.
Namun ketika ditanya tentang Tata Tertip yang mengatur semua keputusan dan sudah disepakati dalam Musyawarah Desa (Musdes) Gufron mengatakan bahwa Tatib masih dalam pembahasan.

“Tata Terbit masih dalam pembahasan, sedang kami buat,” jawab Gufron sambil melengos.

Hingga pada Rabu 09/06/2021 saat verifikasi yang dihadiri Muspika dan Instansi terkait, bahwa balon atas nama Titis IWP dinyatakan gugur dari pencalonan. Padahal ada sebuah peraturan juga yang menyebutkan jika dalam verifikasi terdapat kekeliruan administrasi maka data akan dikembalikan kepada bakal calon untuk dilakukan perbaikan selama 5 hari, dan jika dalam kurun waktu 5 hari tak kunjung diselesaikan, maka secara de facto dianggap mengundurkan diri atau gugur.

Koko Ramadhan (45) Presiden Direktur LSM SGI yang dalam hal ini sebagai Pendamping Hukum Titis (balon yang di diskualifikasi) mengatakan bahwa semua yang dilakukan oleh panitia Pilkades tersebut adalah cacat hukum dan maladministrasi.

“Apa yang dilakukan oleh oknum panitia terhadap saudari Titis, banyak saksinya. Keterangan saudara ketua panitia tidak mendasar, sebab beliau tidak bisa menunjukkan surat tata tertib pelaksanaan pemilihan kepala desa, kenyataan masih dalam pembahasan, saya juga menerima info bahwa selama ini ketua panitia mengambil putusan diri sendiri tanpa adanya musyawarah anggota panitia, dan ketika saya tanyakan kok bisa penutupan pendaftaran dari jumat pkl 14.00 wib, diajukan menjadi jumat pkl 24.00,dasar dari mana anda, jawaban ketua panitia ternyata hanya asumsi sendiri. Hal inilah yang menjadi dampak bagi saudari Titis atas putusan asumsi ketua panitia,” beber Koko panjang lebar, pada Minggu siang 13/06/2021 saat dikonfirmasi dirumahnya.

“Kabar terbaru, ketua panitia menyuruh salah satu anggota untuk menegoisasi damai dengan bu Titis, ada apa dengan panitia, jika sampai minggu depan tidak ada itikad baik dari Panitia, maka kami akan menempuh jalur hukum,” pungkas Koko.(ron.SGI).

Percepat perputaran Ekonomi,Bupati Jember ajak kerjasama dengan Pemkot Mojokerto.

Mojokerto.SGI.11/06/2021. Dalam kunjungan kerja kekota Mojokerto yang dilakukan Bupati Hendy Siswanto, mempunyai tujuan besar, yaitu untuk mempercepat perputaran Ekonomi di Jawa Timur, hal ini disampaikan Bupati saat diterima oleh Wali kota Mojokerto Hj.Eka Puspitasari.SE, di Rumah Rakyat Bumi Mojokerto, jumat siang 11/06/2021.

Bupati Hendy menyampaikan bahwa dalam kunjungannya ini untuk menawarkan kerjasama yang sinergis antar Kepala Daerah yang nantinya dapat dirasakan oleh warga, salah satu bentuk Sinergitas adalah saling membeli Produk dan Komoditas unggulan yang di miliki masing masing Daerah.

Kabupaten Jember mempunyai Produk semen yang harga dan Kualitasnya terjamin, kami harap bisa bekerjasama dengan Pemkot Mojokerto agar bisa memberi kuota semen kami ini untuk masuk,” ujar Bupati Hendy yang langsung di sambut meriah para undangan yang hadir.

Bupati Hendy juga memuji sentra pengrajin sepatu Mojokerto sebagai Produk UMKM andalan, sebab kualitasnya bagus,Bupati Hendy juga memborong 50 pasang sepatu sebagai oleh oleh sekaligus buat percontohan bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Jember.

Bupati Hendy mengharapkan, agar para Kepala Daerah di seluruh Indonesia bisa menjalain sinergi dan kolaborasi terutama saling mengangkat komoditas dan produk unggulan daerahnya melalui pasar terbuka.

Sementara Wali Kota Mojokerto, Hj.Eka Puspitasari.SE menyambut dengan baik atas kunjungan Bupati Jember dan Rombongan, rencana kerjasama yang di tawarkan oleh Pemkab Jember akan di tindak lanjuti melalui pembahasan yang lebih intans bersama Stakeholder masing masing.

Mengenai hal banyaknya komoditas dan juga produk yang di miliki Kabupaten Jember maupun Kabupaten Mojokerto ini merupakan hal yang menarik dan seiring dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah,kata Hj.Eka.(ongko.SGI).

4 KADES TERLIBAT NARKOBA DILIMPAHKAN KE POLRES JEMBER.

JEMBER.SGI.12/06/2021.Kasus terungkapnya 4 kepala desa yang menyalahgunakan memakai narkoba oleh Ditreskoba Polda Jatim akhirnya dilimpahkan ke Polres Jember Sabtu (12/6/2021). Empat kades diantaranya MM Kades Wonojati Jenggawah, MA Kades Tempurejo Kecamatan Tempurejo serta S Kades Tamansari dan HH Kades Glundengan Kecamatan Wuluhan.

“Kasus terungkapnya 4 Kepala Desa yang telah menyalahgunakan pemakaian narkoba kami limpahkan ke Polres Jember, hal ini karena ke-empat pelaku warga Jember, ” ujar Kompol Kharisudin SH Kanit 1 Subdit Ditreskoba Polda Jatim Sabtu (12/6/2021) saat menggelar Press Conference di Mapolres Jember yang didampingi Kasubbaghumas Polres Jember Iptu Yudiantoro dan KBO Satreskoba Polres Jember Ipda Edy Santoso.

Kharis menjelaskan, ke-empat pelaku selama ini sebagai pengguna dan terungkap berdasarkan laporan warga.

“Jadi ada dua laporan dari masyarakat yang masuk ke kami, sehingga kami tindak lanjuti untuk melakukan penangkapan,” ujar Kompol Kharis.

Dari ke-empat Kepala Desa, pertama kali yang diamankan adalah MM Kades Wonojati, dari MM polisi berhasil mengamankan 2 poket sabu-sabu, kemudian penangkapan dilanjutkan ke MA Kades Tempurejo, dari MA polisi berhasil mengamankan 1 poket sabu-sabu.

“Kemudian kami kembangkan lagi, dari MA disebutkan jika selama ini juga memakai bersama S Kades Tamansari, dan dari pelaku S ini ternyata juga menyebut nama HH Kades Glundengan,” ujar Kompol Kharisudin. SH.

Penangkapan empat Kades ini sendiri dilakukan selama dua hari, mulai dari Rabu hingga Kamis dan ditangkap di rumah masing-masing pelaku.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan adalah 2,77 gram dari pelaku MA dan 1,76 gram dari pelaku MM.

Pelaku bisa dijerat pasal 114 ayat (1) dan pasal 132 pasal (1) huruf a Junto UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ancaman hukuman max 15 tahun min 4 tahun. (ron.SGI).

Forkopimda Jatim memantau jalannya Vaksinasi massal di Sumenep Madura.

SUMENEP.SGI.I2/06/2021. Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta, didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim, serta Forkopimda Kabupaten Sumenep, Bupati, Dandim dan Kapolres, Kabupaten Sumenep. Pada Sabtu (12/6/2021) sore, meninjau Vaksinasi massal di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kegiatan peninjauan vaksinasi massal ini dilaksanakan di Pendopo Agung Keraton, Kabupaten Sumenep, Madura. Sebelumnya, peninjauan juga sudah dilakukan di beberapa kabupaten/ kota di jatim. Diantaranya, Kediri, Lamongan maupun di Bangkalan.

Sementara itu untuk vaksinasi massal sendiri dilaksanakan di 5 (lima) lokasi berbeda. Dengan jumlah peserta mencapai 1.500 orang, selain itu untuk setiap lokasi berjumlah 300 orang. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kerumunan pada saat dilaksanakan vaksinasi.

Lima lokasi yang digunakan sebagai tempat vaksinasi diantaranya, Pendopo Agung Keraton, Kantor Pemkab, Polres, Kodim dan Puskesmas Pamolokan. Sedangkan untuk prioritas vaksinasi ini, diprioritaskan kepada lansia.

Saat tiba di pendopo agung keraton, forkopimda jawa timur langsung meninjau peserta vaksinasi. Gubernur jatim bersama pangdam dan kapolda, sempat melakukan tanya jawab kepada para lansia yang mendapatkan vaksinasi.

Gubernur Jatim menyebutkan, pada dasarnya di sumenep ini kondisi pengendalian Covid-19 sangat bagus. BOR ICU nol dan BOR Isolasi 19 persen, sedangkan standart WHO 60 persen, dan ini jauh dibawanya. Sehingga proses pengendalian Covid-19 berjalan sangat baik.

“Untuk menjaga mewujudkan kekebalan komunitas hard komuniti diharapkan bisa diikuti oleh seluruh warga masyarakat sumenep, seluruh Vaksinator, pemberi layanan kesehatan supaya sinergi semua pihak melakukan penyegeraan pelaksanaan vaksinasi,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (12/6/2021) sore.

Sementara itu terkait dengan Kabupaten Bangkalan, ada 4 (empat) Kecamatan yang masuk katagori zona merah adalah Kecamatan Arosbaya. Ada empat kecamatan yang menjadi proses perhatian lebih seksama, diantaranya kecamatan geger, klampis, arosbaya dan kota.

“Semua pendekatan sudah dilakukan, pak pangdam melibatkan banyak tim dan pak kapolda juga melibatkan banyak tim. Proses penebalan bisa memberikan pelayanan lebih cepat sudah dilakukan,” tambahnya.

Pemprov sendiri sudah menurunkan tim diantaranya, kita ingin memastikan bahwa seluruh puskesmas harus bisa memberikan layanan kepada masyarakat dan tidak boleh ada layanan kesehatan yang terhenti.

“Seperti misalnya ibu-ibu jangan sampai kesulitan mendapatkan layanan persalinan. Seperti rawat jalan dipastikan bahwa berjalan seperti semula, sehingga tim dokter dari kodam, polda dan pemprov menangani di masing-masing puskesmas,” pungkasnya. (Ongko.SGI).

Irjen Argo,Kapolri berikan Intruksi seluruh jajaran se Indonesia melakukan Operasi Premanisme.

SURABAYA.SGI. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Jumat (11/6/2021) pagi, menyampaikan bahwa saat ini Polri fokus terhadap praktek pemberantasan premanisme di Masyarakat.

“Jadi kemarin bapak Presiden sempat ada di Tanjung Priok kemudian sempat mengadakan dialog disana, dan ternyata ada kerasahan yang disampaikan oleh supir kontainer,” kata Irjen Argo Yuwono, saat berada di Polda Jatim, Jumat (11/6/2021) pagi.

Keluhan para sopir kontainer tersebut adalah soal pungutan liar. Lalu kata Argo, Presiden langsung menghubungi Kapolri untuk menanggapi keluhan tersebut.

“Asop Kapolri Akhirnya memberikan instruksi, memberikan arahan kepada seluruh jajaran di seluruh Indonesia untuk melakukan operasi terhadap premanisme,” jelasnya.

Argo menyampaikan bahwa pihaknya melalui Polda Metro Jaya telah mengamankan 49 orang yang diduga melakukan pemerasan dan pungli di wilayah Tanjung Priok.

“Modus yang dilakukan para preman tersebut adalah meminta uang tip kepada supir sebesar Rp. 10 ribu hingga Rp. 20 ribu,” tambahnya.

“Ini menjadi Tugas pokok Polri, kita juga sudah mengirimkan surat ke Polda-Polda, Polda Jawa Timur juga nanti akan terima suratnya langsung bertindak,” terangnya.

Ia berpesan agar Polisi bisa menindak tegas praktek premanisme, hal ini supaya praktek premanisme tak berkembang begitu saja. Polda-Polda di seluruh daerah diharapakan bisa berperan memberantas Premanisme karena tidak menutup kemungkinan hampir di seluruh daerah di Indonesia juga ada praktek premanisme.

“Tidak hanya Pelabuhan saja tapi di tempat lain yang memang terjadi pemerasan ataupun pungli seperti itu akan kita lakukan penindakan,” tandas Argo.

Kata Kepala Divisi Humas Polri itu, pihaknya juga akan melakukan tindakan Preventif dengan menggandeng Babinsa dan Babinkabtimas. Serta pula menggerakkan Polres dan Polsek untuk memberikan edukasi, namun jika edukasi tak bisa dilakukan maka tetap akan ada penindakan kepada orang yang melakukan praktek premanisme. (Ongko.SGI).

160 Orang terjaring Swab Antigen di Pelabuhan Kamal, 4 Reaktif.

Bangkalan.SGI.10/06/2021.Jajaran Polda Jatim bekerjasama dengan Forkopimda kabupaten Bangkalan gelar swab antige kepada penumpang kapal yang hendak menyeberang melalui pelabuhan Kamal, Bangkalan, pada Kamis (10/6/2021). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran covid-19 di zona merah.

Bertempat di dermaga Kamal, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Satpolair Polres Bangkalan melakukan kegiatan operasi yustisi, sekaligus melakukan swab antigen kepada penumpang dari Madura yang akan menyeberang ke Surabaya melalui jalur laut, dan menempelkan stiker di kendaraan, sebagai tanda sudah melakukan swab antigen.

Menurut Kasat Pol Air AKP Arief Djunaedi, kegiatan ini akan terus dilakukan oleh Forkopimda Kabupaten Bangkalan selama kabupaten Bangkalan masih dalam status zona merah.

“Kali ini sebanyak 160 orang penumpang baik Pejalan kaki, Pengendara motor maupun mobil yang menuju Surabaya melalui jalur laut telah dilakukan swab antigen,” papar Arief Djunaedi disela waktu gelar operasi yustisi di pelabuhan Kamal.

“Dari 160 orang yang sudah melakukan swab antigen, ada 4 orang dinyatakan reaktif, dan langsung dikirim ke Ruko desa Sendeng Dajeh, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya Kasat Pol Air Polres Bangkalan.(ongko.SGI).

Langkah Bupati Jember Kejar predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

Jember.SGI.10/06/2021. Untuk memberikan bimbingan Teknis kepada para ASN di Pemerintah Kabupaten Jember, Bupati Hendy Siswanto mengundang pengawas jabatan Pimpinan Tinggi pada Komisi Aparatur Sipil Negara(KASN) Indonesia Rudianto Sumawono, Kamis 10/06/2021.

Adaun Materi Bimtek meliputi penerapan manajemen kinerja, tata cara pengisian jabatan tinggi dan penegakan Disiplin PNS kepada pejabat Birokrasi,ini merupakan sebagai langkah Bupati Hendy untuk memperbaiki Predikat Pemkab Jember kedepan, supaya dapat meraih WTP dari badan pemeriksa keuangan Republik indonesia.

Dengan adanya pembinaan ini, Bupati Hendy berharap agar para ASN dapat memaksimalkan Anggaran yang ada, terhindar dari pelanggaran, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik lagi, kita melayani masyarakat semaksimal mungkin, Wes Wayahe Jember Bangkit,” ujar Buati.

Sementara itu pengawas jabatan tinggi KASN Indonesia Rudianto Sumarwono mengapresiasikan langkah Bupati Hendy sudah baik dan sesuai dengan misi Pemerintah pusat, sebab Presiden Joko Widodo menyarankan untuk meningkatkan sumber daya manusia, jadi ini merupakan untuk meningkatkan kualitas pejabat daerah,” kata Rudianto.

Rudi menambahkan,yang terpenting adalah pejabat saling sinergi dan menjalin komunikasi dengan baik terhadap sesamanya, bawahan dan atasanya, memperbanyak jaringan selain itu juga ada sinergitas antara Pemerintah daerah dan Pusat harus berkoordinasi secara baik pula,ungkapnya.(ron.SGI).

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai