Wali kota Probolinggo Raih Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia

JAKARTA, – SGI – Komitmen Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dalam meningkatkan gerakan zakat di wilayahnya mendapat apresiasi membanggakan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Habib Hadi dinobatkan sebagai wali kota pendukung gerakan zakat Indonesia dalam BAZNAS Award 2022, Senin (17/1) di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan atas kinerja stakeholder yang turut mendukung dan mendorong kebangkitan pengelolaan zakat di Indonesia. Hanya ada enam wali kota yang mendapatkan penghargaan tersebut. Antara lain Wali Kota Probolinggo, Wali Kota Surabaya, Wali Kota Cirebon, Wali Kota Banda Aceh, Wali Kota Semarang dan Wali Kota Makasar. Sementara itu, untuk wilayah kabupaten ada 10 bupati yang memperoleh penghargaan serupa.


Terpilihnya Wali Kota Habib Hadi sebagai kepala daerah pendukung gerakan zakat Indonesia melalui indikator penilaian kepatuhan kepala daerah terhadap UU nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.


Bentuk dukungan yang diberikan oleh Wali Kota Habib Hadi dari aspek regulasi, pendanaan dari APBD dan sarana prasarana BAZNAS Kota Probolinggo, “Terima kasih kepada semua yang ikut mendukung pengelolaan zakat melalui BAZNAS sehingga dapat berjalan dengan profesional,” ujar Habib Hadi.


Ya, diawal kepemimpinannya pada tahun 2019 lalu Habib Hadi menerbitkan Perwali nomor 237 tentang pengumpulan zakat profesi atau zakat pendapatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

Sejak diterbitkan pada 2019, BAZNAS setempat melakukan sosialisasi ke seluruh Perangkat Daerah dan BUMD. Usai sosialisasi jumlah zakat semakin meningkat. Kenaikan perolehan zakat sejak tahun 2020 lalu hingga saat ini mencapai 300 persen.

“Sebelum ada perwali sekitar puluhan juta, sekarang sudah 300 juta lebih. Alhamdulillah. Tentu saja ini berkat semangat, kesadaran dan komitmen bersama akan pentingnya berzakat,” tutur Wali Kota Habib Hadi.
Wali kota menjelaskan, ASN dan pegawai BUMD yang beragama Islam wajib berzakat berdasarkan ketentuan agama, penuh rasa ikhlas dan demi mengharap ridha Allah SWT. Dana yang sudah terkumpul itu dikelola secara modern, professional dan terbuka.


“Di dalam perwali sudah dijelaskan secara lengkap, berapa zakat yang dipotong dari penghasilan ASN dan pegawai BUMD sesuai dengan ketentuan. Pemotongan ini tidak semata-mata kami lakukan, tetapi ada sosialisasi, surat pernyataan kesediaan dan kemudian zakat yang terkumpul melalui bendahara diserahkan kepada BAZNAS,” beber Habib Hadi.


Ia pun bersyukur, zakat yang terkumpul dari para muzaki dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lewat berbagai program yang dimiliki oleh BAZNAS Kota Probolinggo. Diantaranya Probolinggo Peduli, Probolinggo Cerdas, Probolinggo Sehat, Probolinggo Makmur dan Probolinggo Taqwa.

“Sejumlah program BAZNAS juga bersinergi dengan Pemerintah Kota Probolinggo. Sehingga kami dapat saling membantu, memback up jika ada keluhan di masyarakat. Contohnya, renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan untuk warga kurang mampu,” kata wali kota.

Dalam BAZNAS Award 2022, Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasinya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat meski di tengah pandemi Covid 19.
“Dana sosial syariah dimanfaatkan untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial ekonomi nasional antara lain dalam mengatasi permasalahan sosial akibat pandemi covid-19, permasalahan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrim serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi ummat utamanya UMKM,” jelasnya.

Untuk mewujudkan kemanfaatan tersebut, KH Ma’ruf mengatakan, dibutuhkan tata kelola yang baik yang tidak terlepas dari BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang mengelola zakat dan dana syariah sosial lainnya sesuai amanat undang-undang (Har)

Klarifikasi LSM KAMI Dukung Penuh Percepatan Tol Paspro dan Siap Cabut Laporannya ke APH

PROBOLINGGO, – SGI – Pasca gencarnya pemberitaan oleh sejumlah media online terkait aktivitas penggalian Tanah Urug  yang berlokasi di Desa Sumberkerang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo Jawa Timur dan diperuntukan dalam perlaksanaan pengerjaan proyek Strategis Tol-Paspro, M. Holil Farizi pemilik lokasi tambang melalui kuasa Hukumnya Faridji SH menyampaikan klarifikasinya, Sabtu (15/01).

Agenda klarifikasi yang ditempatkan di salah satu cafe di wilayah kota Probolinggo ini dihadiri oleh sejumlah awak media dan Suwarno selaku Ketua LSM KAMI.

Selain memberikan klarifikasi, melalui kuasa hukumnya, M. Holil Farizi juga akan menjalin Sinergitas dengan Ketua LSM KAMI pasca viralnya informasi aktifitas tambang galian C di media online tersebut.

Dalam kesempatan itu nampak dari kedua belah pihak antara Farizi selaku pemilik lahan dan Ketua LSM KAMI (Suwarno) menjalin kesepakatan bersama untuk mendukung suksesnya pengerjaan Tol Pasuruan-Probolinggo tersebut.

Kepada awak media, Ketua LSM KAMI Suwarno menjelaskan, berkenaan dengan adanya informasi yang sebelumnya Viral terkait pelaporan pada APH, maka pihaknya akan mencabut, dan tidak bertanggung jawab terhadap pemberitaan, manakala dikemudian hari masih ada berita yang mencatut organisasinya.

Diketahui bahwa M. Holil Farizi pemilik lahan pertambangan yang digunakan untuk mendukung suksesnya pengerjaan proyek strategis Tol. Pasuruan-Probolinggo (PASPRO) yang dalam pelaksanaannya berpartner dengan CV. Empat Putera.

Dilihat dari urgensinya, Proyek Strategis pembangunan Tol Pasuruan-Probolinggo merupakan salah satu proyek yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dalam pelaksanaannya telah di atur oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2O2O tentang Cipta Kerja dan Perpres Nomor 109 Tahun 2O2O Tentang Perubahan Ketiga atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang menyebutkan perihal perijinan pada Pasal 3 ayat. 1

Menteri/kepala lembaga, gubernur, dan bupati/walikota memberikan Perizinan dan Nonperizinan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Strategis Nasional sesuai dengan kewenangannya. (2) Pemberian Perizinan sebagaimana dimaksud  pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik. (Har)

Semangat Relawan PMI Jember Tak Kenal Lelah dalam Lanjutkan Fogging

JEMBER.SGI. Relawan PMI Kabupaten Jember tak kenal lelah untuk membantu sesama. Belum lama selesai membantu korban banjir di perumahan Bumi Mangli Permai (BMP) dan Perumahan Mangli Resindence, relawan PMI kembali turun membantu masyarakat. Kali ini giliran tim fogging yang melakukan fogging Perum Istana Tegal Besar Cluster Singosari, RT 4 TW 12 Kelurahan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember.

Relawan melakukan fogging setelah PMI kabupaten Jember mendapatkan laporan adanya korban nyamuk Demam Berdarah (DB) di perumahan tersebut. Setelah ada laporan, relawan PMI langsung menindaklajuti dengan melakukan assessment. Hasilnya, PMI memenuhi permintaan warga Perum Istana Tegal Besar Cluster Singosari.

Enam relawan PMI turun langsung ke Perum Istana Tegal Besar Cluster Singosari untuk melakukan fogging Sabtu (15/1). “Ada permintaan fogging dari warga Perum Istana Tegal Besar Cluster Singosari karena ada salah satu anak yang terkena DB,” kata ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk aedes aegypti agar tidak berkembang biak lebih luas lagi. Fogging dilakukan di rumah warga yang berradius sekitar 100 meter dari korban yang terserang DB. “Fogging dilakukan di sekitar rumah korban yang sudah dinyatakan positif DB dengan jarak sekitar 100 meter memutar,” imbuhnya.

Diperkirakan ada sekitar 120 rumah yang difogging relawan PMI Kabupaten Jember. Diharapkan fogging bisa menekan korban DB yang terus berjatuhan. Hampir tiap musim hujan, nyamuk aedes aegypti memakan korban. “Setiap musim hujan korban DB banyak. maka tim fogging PMI membantu pemerintah dengan melakukan pengasapan,” terangnya.

Namun, Zaenal mengingatkan bahwa fogging hanya salah satu cara untuk menekan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. Pasalnya, jentik-jentik nyamuk tidak akan mati saat di fogging. Sebab, jentik-jentik nyamuk itu berada di air, khususnya air yang bersih. “Maka gerakan menutup, menguras dan mengubur benda-benda yang mampu menampung air tetap diteruskan,” imbuhnya.

Untuk itu, dia juga menghimbau masyarakat sendiri untuk melakukan gerakan 3 M. Diyakininya, gerakan 3 M itu bisa dilakukan sendiri masing-masing keluarga, kemudian bisa dilakukan secara bersama-sama. “Masyarakat juga harus sadar dengan lingkungannya, agar nyamuk aedes aegypti tidak berkembang,” imbuhnya. (rn).

Kasus Penyerobotan Tanah dan Munculnya Sertifikat di Duga Melibatkan Oknum Pemdes Kedungcaluk

PROBOLINGGO, – SGI – Kasus penyerobotan tanah waris di Desa Kedung Caluk Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo yang memicu munculnya polemik dimasyarakat desa setempat hingga saat ini belum menemukan titik terang. Seperti diketahui, persoalan yang terindikasi melibatkan oknum perangkat desa Kedung caluk ini dipastikan akan mengarah keranah hukum. Pasalnya akibat penguasaan tanah oleh salah satu cicit dari ahli waris ini hingga muncul tiga sertifikat tanah atas nama Akhmad Saifullah tidak lepas dari peran Pemerintah Desa (Pemdes) dalam memunculkan dokumen tanah tersebut.

Menurut Muhammad Umar (51), obyek tanah yang dimunculkan dalam 3 dokumen sertifikat oleh Akhmad Saifullah, warga Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan  ini merupakan tanah waris atas nama Ibu Misti, warga Kedungcaluk kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo. Misti mempunyai keturunan 10 anak yang salah satunya merupakan kakek dari Akhmad Saifullah. “Dari 10 anak Ibu Misti ini, yang satu tidak mempunyai keturunan, Sedangkan yang 9 mempunyai keturunan dan mereka saat ini masih hidup.”ujarnya.

Lebih lanjut, Umar menjelaskan terkait adanya sertifikat tanah yang disinyalir muncul saat desa Kedung Caluk memperoleh program PTSL  (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) dari BPN pada tahun 2018. Pihak ahli waris sebenarnya tidak mengetahui jika tanah waris tersebut dijadikan tiga sertifikat tertanggal 20 November 2018 dengan rincian 3.308m2, 385m2 dan 32m2 oleh Akhmad Saifullah, staf Kecamatan Krejengan. Munculnya sertifikat ini diketahui oleh pihak ahli waris pada tahun 2020 ketika seorang narasumber mengatakan jika tanah waris atasnama Ibu Misti telah menjadi sertifikat atas nama Akhmad Saifullah.

Mendapat info seperti itu, akhirnya ahli waris meradang dan mencari kevalidan atas info yang dimaksud dan salah satunya menanyakan hal tersebut pada Pokmas yang saat itu (2018) menjadi panitia PTSL. Namun jawaban yang disampaikan berbelit-belit bahkan mengaku jika sertifikat tersebut belum jadi.. Munculnya sertifikat tanah waris ini makin diperkuat  ketika salah satu cicit Ibu Misti beserta mantan sekdes desa tersebut juga membenarkan info tersebut. Upaya pendekatanpun dilakukan pada Akhmad Saifullah untuk menanyakan sertifikat  ini dan ironisnya justru tidak mendapatkan respon baik dari yang bersangkutan.

Akhirnya Muhammad Umar mewakili keluarga ahli waris lainnya mengadukan persoalan tersebut ke Polres Probolinggo (Dumas) tertanggal 22 Juli 2021 dan selanjutnya pihak Polres melakukan pemanggilan pada Umar untuk dimintai keterangan atau klarifikasi melalui surat panggilan nomor B/1391/IX/RES.1.24/2021 tertanggal 02 September 2021 dan menghadap Bripda M Bagus N selaku penyidik Unit Pidum.

Disinggung harapan dari Muhammad umar atas penanganan kasus tersebut , pihaknya berharap agar permasalahan penyerobotan tanah waris ini segera ada titik penyelesaian. “Kami berharap agar persoalan menyangkut hak ahli waris ini dapat segera mendapat keadilan, karena bukan hanya satu orang saja yang dirugikan, namun beberapa ahli waris juga merasa didholimi dengan seenaknya menyerobot dan merekayasa hingga muncul dokumen sertifikat yang sebenarnya bukan haknya.”pungkas Umar.

Investigasi akan terus dikembangkan guna memperoleh kepastvian atas kasus tersebut, termasuk menggali info dari pihak Pemdes Kedungcaluk selaku pemangku wilayah desa.(Har)

Gelar Edukasi Penanganan Laka Lantas Siloam Hospitals Jember Bersinergi Bersama 76 Komunitas Gojek di Kota Jember

Jember,SGI. Siloam Hospitals Jember, Jawa Timur menggelar edukasi kesehatan dan praktek penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) untuk para pengemudi ojek online (ojol) dari komunitas Gojek di wilayah kota Jember. Sebanyak 76 Komunitas driver yang tersebar di beberapa wilayah seperti Tanggul, Jember kota, Senduro, Umbulsari, Balung, Ambulu, dan sekitarnya berkesempatan mengikuti pelatihan, Kamis (13/01/2022) di Siloam Hospitals Jember.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dari kepedulian dan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility-CSR) Siloam Hospitals Jember pada masyarakat sekitar, sekaligus sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Rumah sakit yang berada di pusat kota Jember ini melakukan sosialisasi kepada 76 komunitas gojek yang tersebar di beberapa wilayah seperti Tanggul, Jember kota, Senduro, Umbulsari, Balung, Ambulu, dan sekitarnya dengan menghadirkan para ketua/perwakilan dari 76 komunitas yang ada.

Peduli Korban, Segera Bawa Ke Rumah Sakit, RS Siloam Jember Layani BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

Acara yang dibuka oleh dr. Rekki Budiono Susanto, MARS sebagai Direktur dari Siloam Hospitals Jember ini memberikan arahan kepada para peserta agar nantinya para driver yang banyak melakukan aktivitas di jalan raya ini tahu apa yang harus dilakukan saat menemukan kasus kecelakaan di jalan.
“Jadi rekan-rekan dapat membantu mengurangi resiko yang lebih parah pada saat menemukan korban kecelakaan, jangan sungkan atau takut untuk segera dibawa ke Siloam Hospitals karena alasan biaya mahal, Kami sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan Tenaga Kerja,” tutur dr. Rekki Budiono Susanto pada sambutannya.

Cedera Kepala Resiko Tertinggi Penyebab Kematian

Adapun sebelum edukasi kesehatan penanganan Lakalantas, semua peserta yang hadir melakukan cek kesehatan secara gratis, agar dapat mengetahui gula darah, kolesterol, dan kondisi kesehatan serta keluhan yang dialami.

Pada materi yang disampaikan dr. Hantonius Sp.OT dokter Spesialis Ortopedi mengatakan bahwa 80% kegagalan penanganan pada kecelakaan akibat lalai dan terlalu lama dibawa ke rumah sakit.

“Banyak orang karena takut salah jadi tidak berani menolong korban, karena belum paham bagaimana tindakan P3K yang harus dilakukan, akhirnya hanya bisa menonton atau bahkan membiarkan pergi,” tuturnya.

Sementara itu dr. Fatkhul Adhiatmadja Sp.BS adalah Spesialis Bedah Saraf, mengatakan bahwa cedera pada kepala merupakan penyebab kematian tertinggi karena terjadi peningkatan tekanan di kepala akibat benturan dan atau pembengkakan.
“Hal ini diakibatkan karena kepala adalah bagian yang memiliki sangat banyak syaraf,” ungkap Fatkhul.

Edukasi kesehatan bagi driver Gojek ini juga mendapat perhatian khusus dari pihak manajemen Go-jek yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Nanang Eka sebagai Branch Manager area Jember, dengan memberikan hadiah doorprize bagi 5 peserta driver masing-masing mendapatkan saldo go-pay sebesar Rp50.000.

“Harapan saya kedepannya agar pihak Siloam Hospitals Jember dapat secara rutin menggelar kembali acara seperti ini karena sangat bermanfaat bagi rekan-rekan driver dalam menambah pengetahuan dan hal baru saat di jalan raya,” tutur Nanang Eka.

Siloam Hospitals Jember berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan holistik melalui berbagai jenis pelayanan medis berkualitas, menggunakan perlengkapan dan peralatan kedokteran berteknologi modern, penanganan oleh para dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan staff penunjang yang menerapkan standar tinggi dalam keamanan dan keselamatan pasien.(rn).


SMAN 1 Kencong Gelar Vaksinasi Merdeka Bagi Siswa

Jember.SGI. SMAN 1 Kencong mengelar kegiatan percepatan vaksin dosis 1 dan 2 untuk siswa siswinya, Rabu 13/01/2022, kegiatan dilaksanakan di aula gedung lantai dua, vaksin di dapat dari Program Kapolres Jember yaitu Program Vaksin Merdeka.


Humas SMAN 1 Kencong Eko Susilo Santoso Mpd, menjelaskan, hari ini kita melaksanakan kegiatan Vaksinasi bagi siswa dosis 1 dan 2 dengan jenis Vaksin Sinovac yang didapatkan dari Program Polres Jember yaitu Program Vaksin Merdeka untuk siswa yang belum mendapatkan vaksin.


Untuk saat ini SMAN 1 Kencong sudah hampir 100 persen siswanya sudah di vaksin, maka dari itu kita terus mengupayakan agar siswa siswi kita benar benar sudah tervaksin semuanya, kurang lebih ada 115 siswa yang akan vaksin tetapi cuma 95 yang mendapatkan ijin dari orang tua sisanya mungkin ada sesuatu hal sehingga tidak diijinkan.

harapan kami agar siswa siswi SMAN 1 Kencong ini secepatnya bisa mencapai 100 persen sudah tervaksin sehingga proses belajar mengajar bisa seperti semula,”jelas Eko Humas SMAN 1 Kencong.(rn).

Korban Banjir Mangli Terbantu dengan adanya Tim WASH PMI

JEMBER.SGI. Korban banjir Perumahan Bumi Mangli dan Perumahan Mangli Residence mengaku terbantu sekali dengan turunnya tim wash PMI Kabupaten Jember. Hampir semua sumur terkontaminasi air banjir di dua perumahan tersebut berhasil di kuras tim wash PMI. Sumur-sumur itu setelah dikuras bisa digunakan lagi.

Selain itu, tim wash PMI juga all out membantu para korban banjir membersihkan lumpur-lumpur yang masuk rumah. “Respon tim wash PMI positif, kegiatan menguras sumur sangat membantu warga, utamanya sumur yang terdampak banjir,” kata Joko Sumarsono, ketua RT 4 Perumahan BMP.

Termasuk sumur dan tandon air musholla Raudhatul Jannah milik perumahan BMP. “Alhamdulillah setelah dilakukan pembersihan sumur kembali bisa difungsikan kembali,” imbuhnya. Sehingga aktivitas di musholla langsung kembali normal untuk kegiatan ibadah dan kegiatan lainnya.

Hingga hari keempat pasca banjir, Rabu ((12/1) tim wash PMI kembali turun perumahan BMP dan Perumahan Mangli Residence. “Tim relawan akan membantu bersih-bersih rumah, jalan dan fasilitas umum lain di perumahan perumahan BMP dan Perumahan Mangli Residence sampai tuntas,” kata Ketua PMI kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Dia menjelaskan, tim wash PMI Kabupaten Jember memang disiagakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Khususnya para korban bencana alam seperti ratusan warga di perumahan BMP dan Perumahan Mangli Residence yang terkena banjir setelah salah satu tanggul sungai yang berada di atas perumahan jebol.

Dia menjelaskan, PMI memang menyiapkan puluhan bahkan ratusan relawan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Pasalnya, PMI memiliki relawan kemanusiaan yang tersebar di belasan perguruan tinggi di Jember yang tergabung dalam relawan Unit KSR PMI. Itu belum termasuk relawan remaja yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) yang tersebar di SMA/SMK, MA bahkan di tingkat SMP. (rn).

Wali Kota Probolinggo Targetkan Vaksinasi Anak Capai 70 Persen

PROBOLINGGO, – SGI – Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19 anak usia 6-11 tahun di 3 sekolah di wilayah Kecamatan Kanigaran, yakni SD Kebonsari Kulon 3, SD Kanigaran 1 dan SD Kanigaran 3, Senin (10/1).

Bersama jajaran Forkopimda, Sekda dan pejabat setempat, wali kota memastikan pelaksanaan vaksinasi bagi -anak sekolah di wilayahnya berjalan dengan baik.
Sasaran vaksinasi covid-19 anak usia 6-11 tahun, berjumlah 5.603 siswa di 24 SD/MI se Kecamatan Kanigaran.

Kecamatan Kanigaran menjadi wilayah yang memulai pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dikarenakan telah melaksanakan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) di tanggal 26 November lalu, sehingga memiliki jarak waktu yang sesuai untuk bisa diberikan vaksinasi covid-19 tersebut.

Tata cara pemberian vaksin untuk anak usia 6-11 tahun hampir sama dengan remaja dan umum, mulai dari pendataan, skrining riwayat penyakit, penyuntikan vaksin hingga observasi pasca penyuntikan vaksin. Dikarenakan usia mereka yang masih anak-anak, maka orang tua diwajibkan untuk mendampingi guna kejelasan riwayat penyakit yang dimiliki anak tersebut.

“Alhamdulillah antusiasme wali murid mengikuti vaksinasi bagi anak-anaknya berjalan lancar. Yang terpenting orang tua menyampaikan dengan benar dan apa adanya terkait riwayat penyakit yang dimiliki anak serta harus ada surat persetujuan dari orang tua untuk dilaksanakan vaksin,” ujar wali kota.

Habib Hadi berharap di bulan Januari ini bisa memenuhi target vaksinasi anak usia 6-11 tahun minimal 70 persen. “Hari ini (10/1) di wilayah Kecamatan Kanigaran sudah 561 anak yang tervaksin. Mudah-mudahan dalam 1 minggu ini, 50 persen sudah terpenuhi. Tentunya pelaksanaan vaksinasi terlaksana karena bekerjasama dengan fasilitas kesehatan yang ada, dari TNI dan POLRI, kita terbagi di semua sekolah untuk melaksanakan vaksinasi serentak di wilayah Kota Probolinggo,” terangnya.

Senada dengan wali kota, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan M. Maskur mengatakan pelaksanaan vaksinasi covid-19 anak sebagai tindak lanjut dari surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. Sekitar 21 kabupaten/kota yang sudah melaksanakan vaksinasi ini lebih awal dan sekarang ini giliran Kota Probolinggo.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi ini akan terus berlanjut hingga tahap kedua.
Maskur juga mengungkapkan selain mendapat persetujuan orang tua, para siswa juga harus tetap didampingi selama menjalani vaksinasi.

“Kita telah sosialisasikan bersama dengan Dinkes, para kepala sekolah dan guru, jika orang tua harus ikut mendampingi. Ketika di skrining nanti, yang mengerti kondisi anak adalah orang tuanya. Sehingga dapat divaksin atau tidak, ya dari informasi tersebut,” urainya.

Melalui vaksinasi covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun tentunya kekebalan komunal akan tercapai, namun protokol kesehatan juga harus terus diterapkan, “Kita berharap vaksin ini selesai hingga tahap kedua mencapai 100 persen, dan bersamaan dengan tercapainya vaksinasi lansia 50 persen. Sehingga kita bisa mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka 100 persen,” pungkasnya. (Har)

Kebut Vaksinasi Anak Polresta Banyuwangi Jemput Bola di Rest Area Tamansari

BANYUWANGI.SGI. Akselerasi percepatan vaksinasi anak usia 6 -11 tahun, Polresta Banyuwangi buka gerai vaksinasi Covid-19 dengan cara bekerjasama.dengan Diknas Kabupaten Banyuwangi dan Kepala.Sekolah MI/SD se Banyuwangi.

Siedokkes Polresta Banyuwangi pada hari Selasa (11/01/2022) bertempat di SDN 4 Tamansari, Licin melaksanakan vaksinasi khusus untuk anak-anak usia 6-11 tahun. Sebanyak 266 anak yang dari beberapa sekolah menerima vaksin tahap pertama.

Vaksinasi Merdeka Dalam Kegiatan ini, anggota Siedokkes Polresta Banyuwangi dibantu petugas medis dari Puskesmas dibagi dalam empat tim untuk melaksanakan vaksinasi jemput bola di rest area Tamansari, SDN 1 Tamansari, SDN 2 Tamansari, SDN 4 Tamansari dan SDN 5 Tamansari yang ada di wilayah Kecamatan Licin, Banyuwangi.

“Masing- masing di rest area Tamansari, SDN 1 Tamansari, SDN 2 Tamansari, SDN 4 Tamansari dan SDN 5 Tamansari yang ada di wilayah Kecamatan Licin, Banyuwangi,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Nasrun Pasaribu.

Menurutnya, tujuan vaksinasi anak jemput bola ini adalah untuk mendorong percepatan vaksinasi anak usia 6 -11 tahun. Kiat ini dilakukan dengan tujuan memberikan suasana yang ramah dan nyaman kepada anak di rest area.

Dalam Kegiatan ini, Kapolresta, pihaknya bekerjasama dengan Dinkes, Puskesmas, Diknas dan para Kepala Sekolah yang selama ini juga aktif membantu pemerintah mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

“Kamintelah siapkan dosis vaksin Covid-19 untuk anak- anak usia 6 – 11 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi,” tambah Kapolresta Banyuwangi.

Dalam kegiatan tersebut juga tampak ikut hadir Wakil Bupati Banyuwangi H..Sugirah, Dandim 0825 Banyuwangi dan Danlanal.Banyuwangi serta para pejabat terkait lainnya.

Terpantau pelaksanaan kegiatan vaksinasi di lokasi Rest Area Tamansari, Licin antusiasme anak- anak di lokasi wisata sangat bagus.

“Dukungan orang tua agar putra- putri mereka mau divaksin juga cukup membantu. Walapun ada beberapa di antaranya yang menangis saat mau disuntik vaksin, pelaksanaannya tetap berjalan lancar,” tutur Kapolresta.

Sehari sebelumnya, jajaran Polresta Banyuwangi juga melaksanakan vaksinasi jemput di anak di Kecamatan Srono dengan jumlah 664 anakbtelahbtervaksinasi dosis pertama.

‘Saya ucapkan terima kasih atas partisipasi kepada orang tua wali serta tenaga kesehatan yang menggelar vaksinasi anak-anak ini, mudah-mudahan kita lebih sehat dan pandemi segera teratasi. Juga melalui vaksinasi ini bisa menurunkan gejala berat akibat infeksi Covid-19,” tutur Wakil Bupati Banyuwangi dalam.kesemoatan yang sama.

H. Sugirah juga memberikan apresiasi.kepada Polresta Banyuwangi yang telah melakukan vaksinasi dengan jangkauan cakupan jumlah warga tervaksinasi paling banyak.dari sekian jumlah Faskes di Kabupaten Banyuwangi.

“Dalam pelaksanaan vaksinasi ini, Polresta Banyuwangi didukung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi, dengan pelaksana di lapangan petugas tenaga kesehatan (Nakes) dari Siedokkes Polresta Banyuwangi dan Puskesmas,” tambah Kapolresta Banyuwangi.

Kombes Pol Nasrun Pasaribu menghimbau kepada dewan guru masing-masing sekolah, wali murid dan siswa-siswi agar turut mendukung suksesnya program vaksinasi di kalangan anak-anak ini, Karena upaya ini untuk memutus mata rantai Covid-19 dan kami minta selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M,” tandasnya. (Dim).

Polisi Tahan Ferdinand Hutahaean Terkait Twit Bermuatan Sara

JAKARTA.SGI. Bareskrim Polri langsung melakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap mantan politisi Partai Demokrat, Fedinand Hutahaean, terkait kasus cuitan bermuatan SARA.

Penahanan ini dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan selama sekitar 11 jam dan menetapkan Ferdinand menjadi tersangka.

“Untuk tindaklanjut penyidikan, penyidik melakukan proses penangkapan dan dilanjutkan penahanan,” kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di Lobi Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (10/1/2022) malam.

Ramadhan menjelaskan, alasan Ferdinand dilakukan atas pertimbangan subjektif dan objektif.

Pertimbangan subjektif karena penyidik khawatir Ferdinand mengulangi perbuatannya hingga melarikan diri.

“Dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri, dikhawatirkan yang beraangkutan mengulangi perbuatan lagi, dan dikhawatirkan menghilangan barang bukti,” ujar dia.

Terkait kasus ini, Ferdinand dijerat Pasal 45 (a) ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 tentang Undang-Undang 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Subsider Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 KUHP.

Adapun laporan terhadap Ferdinand dibuat oleh Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama dan terdaftar dengan nomor LP/B/007/I/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 5 Januari 2022.

Sebagai informasi, dalam akun media sosialnya @FerdinandHaean3, Ferdinand mengunggah sebuah tulisan berkonten SARA yang diduga menyinggung pihak tertentu.

“Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, mahasegalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela,” tulisnya.

Secara terpisah, Ferdinand mengaku saat mengunggah twit tersebut, dirinya sedang sakit sehingga terjadi perdebatan dalam dirinya. Perdebatan itu kemudian dituangkan dalam sebuah cuitan yang kemudian menjadi viral.

“Yang memang ini lah penyebabnya bahwa yang saya sampaikan dari kemarin bahwa saya itu menderita sebuah penyakit sehingga timbulah percakapan antara pikiran dengan hati,” ujar dia.

Ia menambahkan, penyakitnya itu cukup mengkhawatirkan, Kemudian, Ferdinand menjelaskan, saat itu pikirannya berpikir bahwa ada kemungkinan dirinya akan segera meninggal dunia, Menurut dia, perdebatan antara pikiran dan hatinya berlangsung panjang namun tidak secara rinci semuanya dicuitkan dalam akun Twitter-nya.

Ia juga menegaskan, cuitan itu tidak dimaksudkan untuk menyerang pihak manapun, Ferdinand menekankan cuitan tersebut merupakan percakapan antara hati dan pikirannya saja. “Jadi mu dan ku-nya itu adalah pikiran dan hati saya, tidak untuk pihak lain sama sekali,” tegasnya.(ongko).

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai