
PROBOLINGGO, – SGI –
Masyarakat Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo mengeluhkan adanya aktifitas penambangan dari sisi selatan Gunung Bentar, Keluhan tersebut muncul karena belum adanya kompensasi yang jelas terhadap warga terdampak dari adanya aktifitas tersebut.
Pantauan SGI dilapangan tampak armada berukuran besar pengangkut material lalu lalang dari areal Puslatpur Kopaska TNI AL Desa Curahsawo menuju proyek tol di Desa Sumber Kerang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Informasi menyebutkan aktifitas penambangan tersebut atas nama PT. Garuda Emas atau GMS.
Salah satu warga Desa Curah Sawo yang minta indentitasnya untuk tidak publikasikan menyampaikan bahwa dengan adanya aktifitas penambangan disisi selatan Gunung Bentar menimbulkan polemik dikalangan warga.
” Hal ini mengingat masyarakat merasa tidak pernah diberitahu oleh pengelola tambang terlebih belum adanya kompensasi yang diterima warga yang dilalui armada truk pengangkut tanah uruk,”ujarnya.
Misnadi, Aktifis dari pemerhati lingkungan dan aset negara menduga pihak penambang berani beraktifitas di sisi selatan Gunung Bentar Desa Curah Sawo karena dibekingi oleh oknum tertentu yang pasti dari pihak internal AL sendiri, Ada dugaan ini menyangkut persaingan yang melibatkan petinggi internal AL.
Kami menduga pengelola tambang ini adalah mereka yang selama ini mengkritisi kegiatan tambang yang sudah terlebih dahulu melakukan aktifitas penambangan di Gunung Bentar yang legalitasnya jelas dan direkomendasi pihak Mabes AL.
Menyikapi hal ini kami akan melaporkan ke Mabes TNI AL guna mendapat klarifikasi dan mengungkap siapa sosok dibalik kegiatan penambangan yang dimaksud.

” Kami juga akan meminta klarifikasi kepada PPK proyek tol Paspro Tahap IV terkait kiriman material dari tambang, Lokasi penambangan adalah aset negara jadi semuanya harus terbuka dan transparan serta digunakan kepentingan dan kemakmuran negara bukan golongan,”pungkasnya.( Har).
