Blitar.SGI. Para Peternak Ayam telur Kab/Kota Blitar mengucapkan rasa terima kasih kepada Kapolresta yang bertindak Humanis dan Profesional dalam menangani aksi Bentang Spanduk pada saat kunjungan Presiden RI ke Blitar.Selasa 07/09/2021.
Menurut Karman Ketua Koperasi Putera Blitar mengatakan, bahwa gejolak peternak Kab/ Kota Blitar sudah hampir 2 tahun ini banyak yang mengalami kebangkrutan, khususnya bagi peternak kemitraan dan sebagian mandiri, sesuai persentase 80 % peternak kemitraan dan 20 % peternak mandiri.
Akibat kenaikan harga jagung mencapai 5.800 yang menurut aturan Kemendag harga hetnya RP 3.200 sampai 4.000/ kg dan turunnya harga telur mencapai Rp 14.000/kg serta naiknya tarif PDAM karena hampir 80 persen peternak menggunakan air PDAM.
Akibat pengaruh rendahnya harga telur saat ini di sebabkan beberapa faktor yaitu adanya PPKM, daya beli masyarakat rendah dan SE (surat edaran) Dirjen tanaman pangan Kementerian Pertanian RI tanggal 6 September 2021 terkait cutting telur HE dalam rangka mengurangi populasi ayam pedaging (broiler), serta SE Dirjen tersebut mempengaruhi adanya penjualan telur HE di pasaran murah.ujar Karman.
Sebelum adanya kejadian pembentangan spanduk pada saat kunker Presiden RI di Blitar tersebut, kami dari pihak peternak Blitar sudah berencana untuk ke Jakarta untuk bertemu dengan mentan RI namun dari pihak Kementerian menyatakan bahwa menteri belum bisa menemuinya sehingga pada saat kunjungan Presiden RI aksi spontanitas dilakukan para peternak, tambahnya.
Sementara itu dari grub CV Bintang Timur melalui Dwi Rendrahadi yang beralamat di jalan Rayung Wulan, Kel.Blitar, Kecamatan Sukorejo Kota Blitar mengatakan, Polri bertindak sudah bagus dan Humanis dalam menangani aksi Bentang Spanduk oleh saudara Suroto, karena Suroto hanya di lakukan Interograsi lalu di pulangkan dan atas humanisnya Polresta Blitar para peternak siap memberikan Statmen,” kata Dwi.
Rofi Yasirun adik dari Suroto( pelaku bentang Spanduk) juga Ketua Paguyuban peternak Nasional (PPRN), Bonsari kec.Kademangan Kab.Blitar menjelaskan, aksi protes yang dilakukan Suroto dengan membentangkan sebuah poster berwarna hitam yang bertuliskan ,” Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung Dengan Harga Murah,” tersebut merupakan aksi spontanitas sebagai upaya untuk mendapatkan perhatian dari Presiden RI dan mendapatkan solusi atas kondisi peternak ayam ras petelur saat ini.jelasnya.
Rofi menambahkan, Polres Blitar sudah bertindak Profesional, karena kakak saya Suroto hanya diamankan , diinterogasi dan langsung dipulangkan oleh Polres Blitar kota serta tidak ada tindakan kekerasan apapun terhadap yang bersangkutan.tambahnya.(ongko.SGI).


