PROBOLINGGO.SGI.Mulai senin 29/03/2021,Rumah Isolasi Sari Indah Gading yang dibuat bagi orang yang terkonfitmasi positif COVIT 19 tanpa gejala akhirnya di tutup oleh Pemerintah Kabupaten PROBOLINGGO.
Penutupan ini dikarenakan pasien yang berada di rumah Isolasi tersebut sudah tidak ada alias sudah Zero kasus,hal tersebut di sampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan(Dinkes)kab.Probolinggo dr.Dyah Kuncarawati untuk selanjutnya,Rumah Isolasi COVIT19 Laki laki kami buka di Puskesmas Paiton.
Sementara untuk konfirmasi Wanita ibu hamil dan nifas ada di Puskesmas Marin,”ujarnya,Menurut Dyah Rumah Isolasi Sari Indah Gading di tutup karena jumlahnya sudah sangat sedikit,terakhir hari ini tinggal 6 orang yang memang sudah sembuh dan waktunya pulang.
Jadi mumpung kosong maka Rumah Isolasi COVIT19 digeser ke Puskesmas Paiton,memang Puskesmas Paiton sudah kami siapkan dengan sangat baik kondisinya,sudah kami pagar RAPAT untuk pembatas antara yang sehat dengan yang terkonfitmasi COVIT19.
Dyah juga menerangkan kalau pasien sudah sangat sedikit seperti itu jika di Hotel sari INDAH Gading harus full booking dengan membayar 50 kamar yang masing masing sebesar Rp 125 ribu,kalau di Puskesmas Paiton bisa hemat sebab tidak membayar untuk tempatnya.
Hanya saja rumah Isolasi COVIT19 di Puskesmas Paiton dan Maron di peruntukan bagi Masyarakat yang terkonfitmasi positif COVIT19 tanpa gejala,Sementara untuk yang bergejala tetap ada di RSUD Waluyo Jati kraksaan dan RSUD Tongas,itu pun jumlah pasien di 2 RS ini sangat sedikit sekali kalau tidak salah 6 orang,”ungkapnya.
Maka Bupati sudah menyetujui di RSUD Tongas untuk sudah mulai di buka Polri klinik umum,nanti selanjutnya pasti di ikuti dengan rawat inap umum karena memang kosong tempatnya,”tegas Dyah,walau pun sudah banyak yang masuk Zona hijau dan kuning tetapi resiko tetap tinggi sebab yang imunisasi juga masih sedikit.
Dyah menambahkan bahwa salah satu kunci penurunan kasus COVIT19 di Kabupaten PROBOLINGGO karena penerapan PPKM skala Mikro,hal ini sangat membantu sekali karena desa dan kecamatan itu merasa bertanggung jawab wilayah harus tetap hijau.
Harapannya kasus COVIT19 semakin turun dan tidak ada lagi masyarakat yang terkonfitmasi positif COVIT19 sehingga mampu mewujudkan kabupaten PROBOLINGGO sebagai Zona hijau.(har.SGI).

